Ustaz Yusuf Mansur Digugat Rp 5 Miliar ke Pengadilan Terkait Investasi

Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur.

Jakarta, PANRITA.News – Kabar mengejutkan datang dari Ustaz Yusuf Mansur yang digugat secara perdata oleh lima orang yang pernah menjadi investor di perusahaannya.

Ustaz Yusuf Mansur sendiri membenarkan gugatan yang ada di Pengadilan Negeri Tangerang tersebut. Ia meminta doa agar kasus ini cepat selesai.

“Benar, ada gugatan perdata atas saya dan kawan-kawan di PN Tangerang. Minta doanya mudah-mudahan selesai dengan baik,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2020) seperti dilansir dari Kumparan.

Gugatan terhadap Ustaz Yusuf Mansur teregistrasi dengan nomor 211/Pdt.G/2020/PN Tng. Ada lima orang yang terdaftar sebagai penggugat, yakni Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Sri Wahyuni, dan Isnarijah Purnami.

Informasi yang dihimpun, Ustaz Yusuf Mansur digugat dengan nilai tuntutan sebesar Rp 5 miliar sebagai bentuk kerugian menjadi investor di perusahaan sang ustaz. Ia dianggap tidak memenuhi janji pada para penggugat sebagai investor.

Sementara itu pada Rabu (3/6/2020) lalu, kedua belah pihak telah melakukan proses mediasi pertama mereka di PN Tangerang. Pihak penggugat diwakilkan oleh kuasa hukum Asfa Davy Bya bersama rekan. Sedangkan pihak Yusuf Mansur diwakili oleh kuasa hukumnya Ariel Muchtar bersama rekan.

Soal tuntutan tersebut, lima penggugat Ustaz Yusuf Mansur menolak memberikan bukti saat sidang mediasi. Hal itu tentu saja membuat Ariel menduga ada kejanggalan alias ragu kebenaran Ustaz Yusuf Mansur melalalaikan kewajibannya pada kelima investor itu.

“Kalau memang yang mereka sampaikan Ustaz Yusuf Mansyur dituduh mencuri uang, menggelapkan, silakan disampaikan bukti-buktinya,” jelas Ariel.

Para penggugat memang menolak memberi bukti yang memberatkan Ustaz Yusuf Mansur saat mediasi. Namun mereka akan memberikan bukti tersebut saat sidang dengan agenda pembuktian.

Dari kegagalan menyertakan bukti saat mediasi, Ariel menilai para penggugat tidak memiliki dasar untuk menuntut Ustaz Yusuf Mansur. Walau demikian, Ariel berharap permasalahan yang menjerat kliennya itu berakhir damai.

“Itu yang harus dikoreksi, mediasi itu kan ada di agenda acara dan hukumnya wajib, di situlah para pihak diberi kesempatan untuk menyampaikan segala sesuatu,” lanjut Ariel. “Tujuannya agar bisa berdamai tanpa harus bersidang lagi nanti.”

Tinggalkan Komentar