Jenazah Advokat Dani Mamengko Diambil Paksa, YLC Peradi Makassar Angkat Bicara

Ketua YLC DPC PERADI Kota Makassar Andi Jaya Adiputra

Ketua YLC DPC PERADI Kota Makassar Andi Jaya Adiputra.

Makassar, PANRITA.News – Ketua Young Lawyers Committee (YLC) Kota Makassar mengecam keras tindakan petugas Tim Gugus Covid-19 penanganan jenazah karena melakukan tindakan yang dianggap tidak manusiawi padahal diketahui hasil pemeriksaan korban Dani Mamengko negatif berdasarkan hasil test RS Siloam Kota Makassar, akan tetapi petugas Gugus Covid-19 memaksakan kehendak untuk melakukan pemakaman dengan protokol kesehatan Covid-19.

Dalam rekaman video yang beredar terlihat istri korban diseret-seret sampai keluar rumah demi untuk merampas jenasah Dani Mamengko dari penguasaan keluarganya.

Ketua YLC DPC PERADI Kota Makassar Andi Jaya Adiputra mengatakan, mestinya petugas Covid-19 kota Makassar profesional dalam melaksanakan tugas dan cenderung memaksakan kehendak.

“Apalagi menyeret keluarga korban tanpa mempertimbangkan hasil pemeriksaan terlebih dahulu,” beber Jaya sapaan akrabnya.

Menurut Andi Jaya, bahwa ada indikasi bahwa jenazah Dani Mamengko turut menjadi korban kepentingan penyerapan anggaran dana bantuan Covid-19.

Selain itu ada beberapa kasus sebelumnya yang sejatinya tidak terindikasi sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tapi tetap juga di paksakan untuk di makamkan di pemakaman Covid-19 bahkan ada desas-desus pihak keluarga jenazah yang dijanjikan sejumlah uang agar jenazah keluarganya dimakamkan di pemakaman khusus Pasien Covid-19.

“Hal ini tentunya sangat memprihatinkan mengingat banyaknya masyarakat yg mengeluh akan kejadian tersebut, berakibat pada masyarakat menjadi antipati terhadap pelayanan kesehatan pada Rumah sakit di kota makassar itu sendiri sehingga ketika ada masyarakat yg sakit lebih memilih untuk melakukan pengobatan sendiri dirumah dengan cara yang tradisional,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar