Hari Kemenangan dan Kesucian dalam Perspektif Covid-19

Dr. H. Husen Sarujin, SH.,MM., M.Si., MH. | Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Pare-Pare.

Hari ini Umat Islam di seluruh Penjuru Dunia, sedang Melaksanakan Hari Raya Idhul Fitri 01 Syawal 1441 H, Hari Raya Kemenangan dan Kesucian di Tengah Pandemi Covid-19. Kita berhari raya harus mengikuti Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19, yaitu melaksanakan Social Distancing, lockdown, PSBB, isolasi dan karantina mandiri, dan selalu mencuci tangan dan menjaga jrak antara satu dengan yang lainya, tapi bagaimana nasibnya pengantin Baru kalau harus menjaga jarak, itu semua demi menjaga kita dari PDP, ODP dan OTG.

Mengerjakan Sholat Idul Fitri hukumnya sunah Muakkadah untuk setiap kaum Muslim laki laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak. Salat ini dapat dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri, tapi sangat disunahkan untuk dilakukan secara Berjamaah baik di tanah lapang, Masjid, Musholla, atau tempat lain.

Baru saja kita meninggalkan rumah dengan di iringan Takbir, Tasbih, Tahlil, dan Tahmid. Sekarang kita duduk bersimpuh di halaman kebesaran Allah Swt. Kita rasakan semilir angin pagi mengusap wajah kita. Kita akan rasakan hangatnya matahari pagi merambat pada setiap pori-pori kulit kita. Mari kita hirup wewangian surgawi yang memancarkan keberkahan dari Idul Fitri 1441 H, dan kita akan kembali pada Kemenangan dan Kesucian sejati yaitu seperti Bayi yang baru di Lahirkan oleh Ibunya di tengah Wabah Pandemi Covid-19 ini.

Ramadhan sudah berlalu, kitaa Renungkan kembali Doa ini. “Tuhanku, Beruntunglah orang-orang yang Berpuasa. Berbahagialah orang – orang yang Melaksanakan Shalat malam. Salam Sejahtera bagi orang-orang yang Ikhlas Beramal. Sedangkan Kami hanyalah hamba-hamba-Mu yang Berlumuran Dosa. Sayangilah kami dengan Kasih Sayang-Mu. Bebaskan kami dari Api Neraka-Mu dengan Pintu Maaf-Mu. Ampuni Dosa-dosa kami dengan Kasih-Mu, Wahai Allah yang Pengasih dari segala yang Mengasihi.”

Doa diatas menunjukan kerendahan hati bagi yang berdoa, tetapi juga kerendahan hati dan Pengakuan Pendosa, kita merasakan segala kelemahan kita, dan menggantungkan segala Amal Ibadah kita kepada Kasih Sayang Nya Allah Swt. Kita mengejar kebahagiaan, tapi kita sering menemukan Penderitaan karena Dosa dosa kita. Saat ini kita serba di batasi dan selalu menjaga jarak karena Wabah Penyakit COVID-19, kita tidak bisa bekerja dengan baik, tidak bebas keluar rumah karena ada aturan Protocol Penanganan Kesehatan Covid-19, Yaitu, ada namanya Social Distancing, ada Isolasi dan Karantina, ada Lockdawn, dan ada namanya PSBB, kita tidak akan pernah mau di sebut, PDP, ODP, dan OTG, ini semua merupakan Musibah, Ujian, dan Cobaan dari Allah Swt.

Allah Swt berfirman:
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Tidaklah menimpa kalian musibah kecuali karena perbuatan tangan-tangan kalian juga. Tetapi Allah mengampuni banyak sekali,” ( QS. Al-Syura; 30).

Apa yang menimpa kita sesungguhnya berasal dari dosa-dosa yang kita lakukan. Tubuh yang sakit, rezeki yang sempit, musuh yang menyerang, bencana yang menimpa, hati yang terluka, semuanya adalah akibat dosa dosa kita. Tetapi Allah yang Maha Pengasih tidak selalu menghukum dosa hambanya. Dengarkanlah bagaimana Allah memanggil hamba-hamba-Nya yang berdosa, dengan sapaan yang sangat mesra, sebagai mana Allah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah; Hai hamba-hambaku yang telah melewati batas dalam berbuat dosa. Janganlah kalian berputus asa dari kasih sayang Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa seluruhnya. Sesungguhnya Dia maha Pengampun lagi maha Penyanyang. (QS Al-Zumar; 53).

Siapakah yang dipanggil Allah dalam ayat ini ? Allah tidak memanggil; Ya ‘Ibadiyalladzina Aqamush Shalat- “Wahai hamba-hambaku yang Mendirikan Shalat” atau Allah tidak memanggil, Ya ‘Ibadiyalladzina ‘Amilush Shoalihat, Wahai hamba-hambaku yang melakukan Amal Shaleh”.

Yang dipanggil Allah untuk kembali Kepangkuan-Nya adalah, Ya ‘Ibadiyalladzina Asrafu ‘Alaa Anfusihim, Wahai Hamba-hamba-Ku yang sudah Melewati Batas’. Yang dipanggil Allah adalah kita semua, yang sudah menghabiskan usia kita dalam Kemaksiatan, Ketidak adilan, Kebohongan dan Kecurangan, yang sudah membebani Punggung kita dengan Kedurhakaan. Dosa-dosa kalian besar, tapi lebih besar lagi Ampunan Allah. Kalian tidak layak Menggapai Kasih Sayang Allah, tetapi Kasih sayang Allah Sangatlah layak untuk menggapai kalian, karena meliputi langit dan bumi. Di hari Kemenangan dan Kebahagiaan ini.

Oleh karena itu Marilah kita mulai hidup dengan berusaha untuk membahagiakan orang Tua kita, Saudara kita, Sanak keluarga kita, membahagiakan orang-orang disekitar kita. Maafkanlah segala kesalahan yang pernah mereka lakukan pada kita di hari Kemenangan ini. Umat Islam di seluruh Penjuru Dunia Melaksanakan Puasa Ramadhan dalam suasana Pandemi Covid-19, hari ini kita semua berlebaran Idul Fitri 1441 H, di hari Kemenangan dan Kesucian yang sempurnah.

Setelah shalat Idul Fitri ini, kita akan berkunjung kekuburan, Merenunglah di sana, di atas Pusara Ayah-Ibu kita, Nenek dan kakek kita, atau orang-orang yang kita Cintai. Kenanglah bahwa kita juga akan berbaring di bawah tanah, seperti mereka dibungkus dengan kain kafan, tergolek seperti seonggok tubuh yang tak berguna dan terlupakan. Sedang di makan oleh Cacing cacing tanah. Kita juga tidak tahu, mungkin saja setelah shalat Id nanti, besok atau lusa, kita yang akan dipanggil oleh Allah untuk menghadap-Nya. Kita juga akan diantarkan oleh kaum kerabat kita kekuburan. dan hanya Amal Ibadah dan kebaikan kita yang sampai kepada Allah Swt, di hari Kemenangan ini. Amin Ya Rabbal Alamin.

  • Tulisan ini merupakan khutbah idul fitri 1441 H yang dibacakan di Masjid Silaturrahim Mangasa Kabupaten Gowa oleh: Dr. H. Husen Sarujin, SH.,MM., M.Si., MH. Dosen Pascasarjana
    Universitas Muhammadiyah Pare-Pare

Tinggalkan Komentar