Virus Corona Telan 300.000 Korban Jiwa dari 4.4 Juta Kasus Positif di Seluruh Dunia

Ilustrasi Wabah Virus Corona

Ilustrasi Wabah Virus Corona © Freepik

Pandemik virus corona kembali melewati tonggak kelabu setelah korban jiwa melewati angka 300.000 pada Kamis (14/5/2020), menurut data Johns Hopkins University.

Selain itu, lebih dari 4,4 juta penduduk dunia juga positif terinfeksi virus ini. Karena hampir setiap negara punya cara berbeda dalam menghitung kasus positif dan korban jiwa, hampir bisa dipastikan angka yang sebenarnya jauh lebih tinggi lagi.

Dunia seperti berhenti akibat wabah Covid-19, dan banyak negara baru akan mulai melonggarkan pembatasan sosial yang telah melumpuhkan perekonomian. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris masih sangat kewalahan menghadapi wabah ini.

Bahkan negara-negara yang dinilai sudah lolos dari masa terburuk, seperti Korea Selatan dan Tiongkok, menyadari bahwa masih jauh jalan yang harus ditempuh sebelum kembali ke situasi normal seperti sedia kala.

Lebih dari seperempat jumlah korban jiwa global terjadi di Amerika Serikat, di mana wabah ini telah menewaskan sedikitnya 85.000 orang. Angka kematian di AS melesat sejak April dan setelah itu setiap hari terdapat sekitar 1.500 korban jiwa.

Namun demikian, banyak negara bagian di AS justru berencana untuk membuka kembali perekonomian dan melonggarkan pembatasan. Diperkirakan sampai Agustus nanti, korban jiwa di AS akan mencapai 147.000 orang.

Sejumlah negara di Amerika Latin juga melaporkan lonjakan kasus dan kematian beberapa hari belakangan ini.

Brasil, di mana Presiden Jair Bolsonaro berulangkali membuat pernyataan meremehkan wabah ini, sekarang mencatat lebih dari 13.000 korban jiwa. Di Meksiko, sudah lebih dari 4.000 orang meninggal karena penyakit ini.

Eropa yang menjadi benua terdampak paling parah sudah mulai melaporkan perkembangan positif. Angka kematian harian di Spanyol dan Italia sudah turun ke angka ratusan, jauh di bawah tingkat kematian pada Maret dan awal April.

Namun prospek suram masih dihadapi Inggris, yang sekarang menjadi episentrum wabah di Eropa. Inggris menempati peringkat kedua jumlah kematian global.

Tiongkok mengisolasi kota Shulan di dekat perbatasan dengan Rusia, sementara Korsel melaporkan klaster penularan baru di Seoul. Dikhawatirkan wabah gelombang kedua akan tiba di Korsel, sehingga Presiden Moon Jae-in mengeluarkan peringatan yang harus didengar seluruh dunia: “Ini belum berlalu, sampai benar-benar berlalu.”

Lima besar kematian akibat Covid-19 s/d 14 Mei 2020:

Amerika Serikat — lebih dari 85.000
Inggris — 33.614
Italia — 31.368
Prancis — 27.425
Spanyol — lebih dari 27.300

Sumber: CNN
Disadur dari Beritasatu

Tinggalkan Komentar