Syakir Daulay Dilaporkan ke Polisi, Kasus Apa?

Syakir Daulay. (Foto: tabloidbintang.com)

Syakir Daulay. (Foto: tabloidbintang.com)

Jakarta, PANRITA.News – Aktor sekaligus penyanyi muda, Syakir Daulay, dilaporkan ke polisi oleh pihak label musik Proaktif soal dugaan pencemaran nama baik di akun Instagram Syakir.

Pemilik label musik Proaktif, Agi Sugiyanto menunjuk Abdul Fakhridz Al Donggowi sebagai kuasa hukumnya terkait laporannya tersebut.

Dalam unggahannya, Syakir menyebutkan bahwa kanal YouTube miliknya sudah dibajak atau diretas oleh pihak lain. Hal ini dibantah oleh pihak Proaktif, yang mengaku sudah membeli kanal YouTube tersebut

“Iya, jadi hal yang kita laporkan ini terkait dengan masalah fitnah dan pencemaran nama baik melalui Instagramnya Syakir Daulay, yang kita laporkan Syakir Daulay itu sendiri,” kata Abdul saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/5/2020).

Abdul mengatakan, akun YouTube tersebut sudah pindah tangan ke Pro Aktif sebelum lagu “Aisyah Istri Rasulullah” naik daun.

“7 Februari 2020, akun itu sudah diperjualbelikan dimana sebagai pihak pembeli itu klien saya dan penjualannya adalah Syakir Daulay,” katanya.

Abdul mengatakan, Pro Aktif membeli akun YouTube Syakir Daulay seharga Rp 200 juta.

Untuk uang muka, kata Abdul, Syakir Daulay telah menerima uang Rp 100 juta. “Kemudian Rp 50 juta (diterima Syakir) dan Rp 50 juta lagi diterima oleh orangtuanya, Pak Hasan via transfer,” jelas Abdul.

Selain menjual akun YouTube-nya tersebut, Abdul mengatakan, pada 7 Februari 2020, Syakir sekaligus melakukan kerja sama dengan Proatif melalui tanda tangan kontrak.

Namun, kata Abdul, Syakir beberapa waktu telah berdalih tidak pernah menjual akun YouTube-nya tersebut ke pihak mana pun.

Abdul mengatakan, Syakir menyuarakan itu setelah lagu “Aisyah Istri Rasulullah” trending di YouTube.

Syakir dijerat Pasal 28 Ayat 1 Jo Pasal 45 A Ayat 1 dan atau Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 3 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Pasal 311 KUHP.

Berdasarkan pasal tersebut, Abdul mengatakan, Syakir terancam hukuman penjara maksimal 4 tahun dan denda kurang lebih Rp 1 miliar.

Tinggalkan Komentar