PMP2H Sulsel Minta Petugas Covid-19 Perbatasan Bantaeng-Jeneponto Dievaluasi

Direktur PM2H Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Warakaf.

Direktur PM2H Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Warakaf.

Makassar, PANRITA.News – Pergerakan Mahasiswa Pemantau Pelanggaran Hukum (PMP2H) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengecam tindakan dan sikap arogansi yang dilakukan petugas Covid-19 di Bantaeng terhadap anggota DPRD Sulsel, Edy Manaf.

Hal itu berdasarkan video yang beredar bahwa Edy Manaf mendapat perlakuan yang tidak etis dari petugas Covid-19 di pos perbatasan Bantaeng-Jeneponto.

Direktur PMP2H Sulsel, Muhammad Warakaf mengungkapkan bahwa sikap petugas Covid-19 yang seperti itu tidak mencerminkan etika yang baik terhadap masyarakat.

“Kami mengecam sikap petugas Covid-19 Bantaeng yang bersikap arogan dan mengeluarkan kalimat kotor. Tidak seharusnya kalimat seperti itu dilakukan, ditambah petugas memukul mobil,” kata Warakaf dalam keterangan tertulisnya Senin (20/4/2020)

Muhammad Warakaf menegaskan bahwa video yang beredar terkait Edy Manaf yang mendapat perlakuan seperti itu menjatuhkan citra dan nama baik seorang tokoh di Bulukumba.

“Pak Edy tokoh yang sangat dihormati di Bulukumba, tapi sikap petugas seolah menjalankan tugas seperti preman. Apakah tidak ada cara beretika yang bisa dilakukan? Bahkan bukan hanya Edy Manaf, semua Masyarakat harus dihormati tanpa terkecuali,” terangnya.

Warakaf meminta agar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan Covid-19 Bantaeng perlu dievaluasi.

Warakaf pun mempertanyakan apakah didalam SOP, petugas dibenarkan membentak masyarakat dengan melontarkan kalimat kotor.

“Coba tanyakan SOP Covid ini kepada petugas di sana, apakah ada didalamnya diperintahkan untuk mengucapkan kalimat kotor atau memukul kendaraan orang?” tegasnya.

Tinggalkan Komentar