Pemkot Makassar Imbau Umat Islam Salat Tarawih-Idul Fitri di Rumah

Ilustrasi Salat Berjamaah. (Ist)

Ilustrasi Salat Berjamaah. (Ist)

Makassar, PANRITA.News – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengeluarkan surat edaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat bulan suci Ramadhan.

Umat muslim diimbau untuk melaksanakan seluruh ibadah Ramadhan di rumah masing-masing, termasuk salat tarawih dan salat Idul Fitri.

Imbaun ini tertuang dalam surat Nomor 452/715/Kesra/IV/2020 perihal menyambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Makassar Ismail Hajiali menjelaskan, imbauan pemerintah tersebut sebagai antisipasi dan pencegahan pandemi virus di masyarakat.

“Pemerintah Kota Makassar mengeluarkan imbauan kepada seluruh umat Islam di Kota Makassar untuk menunaikan ibadah salat tarawih di rumah saja menyusul pandemi virus COVID-19 yang masih mewabah,” ujar Ismail Hajiali, dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2020).

Imbauan untuk ibadah Ramadhan di rumah ini juga berdasarkan surat edaran Menteri Agama RI Nomor 06 Tahun 2020 tanggal 6 April 2020, seruan bersama gubernur, Ketua MUI, Kementerian Agama Sulsel, serta hasil pertemuan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Forkopimda Sulsel dan Wali Kota Makassar pada 9 April lalu.

“Seiring pelaksanaan pemberlakuan PSBB yang sudah mulai diujicobakan besok, yakni penghentian sementara aktivitas di rumah ibadah selama masa inkubasi, yakni 14 hari dan dapat diperpanjang berdasarkan situasi yang berkembang,” tuturnya.

Selain itu, mengingat rumah ibadah telah diimbau untuk ditutup selama PSBB di Makassar, Ismail mengingatkan warga untuk tidak melakukan iktikaf atau berdiam diri di masjid pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

Demikian halnya dengan ibadah salat Idul Fitri yang tiap tahunnya dilaksanakan di masjid atau di lapangan, tahun ini ditiadakan.

“Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjemaah baik di masjid atau di lapangan untuk ditiadakan tahun ini. Takbiran keliling cukup dilakukan di masjid atau musala saja, tidak melaksanakan pesantren kilat kecuali melalui media online,” tuturnya.

Pemkot Makassar juga akan meminimalkan kontak langsung antara warga saat penyerahan dan penyaluran zakat. Pemkot akan memfasilitasi ibadah zakat dengan cara penjemputan atau transfer perbankan.

Tinggalkan Komentar