ART Minta Polda Sulteng Investigasi Tambang Ilegal di Parigi Mautong

Anggota DPR RI, Abdul Rachman Thaha. (Ist)

Palu, PANRITA.News – Maraknya tambang ilegal di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terutama di Kabupaten Parigi Mautong (Parimo) menjadi perbincangan di Sulteng.

Berjalannya tambang ilegal yang beroperasi di Wilayah Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong menjadi keresahan karena tambang tersebut beroperasi menggunakan alat berat seperti exavator dan dump truck.

Sejak tahun 2018 tambang tersebut beroperasi sehingga berdampak pada kerusakan alam Kabupaten Parimo.

Tak hanya itu, teguran dari dinas terkait tambang ilegal tersebut tidak diindahkan oleh oknum yang menjadi aktor dibalik tambang itu dan sampai saat ini tambang tersebut masih juga beroperasi.

Melihat kondisi tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Abdul Rachman Thaha menyoroti aktivitas tambang tersebut yang masih beroperasi.

“Masih berjalannya tambang tersebut, kami menduga bahwa adanya investor atau pemodal yang menjadi aktor penting dalam tambang ilegal tersebut,” jelas ART dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2020).

“Kami juga menduga bahwa para investor hanya memberikan modal agar tambang emas di kayuboko itu bisa di garap walaupun tidak memiliki izin,” tambahnya.

Menurut senator asal Sulteng ini, secara yuridis dalam UU No. 4 tahun 2009 tentang pertambangan, mineral dan batubara pasal 158 menyebutkan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambang tanpa IUP, IPR, dan IUPK maka dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun.

“Oleh karena itu, kami akan menyurat kepada polda sulteng untuk membuat tim investigasi untuk turun mengecek lokasi tambang yang di duga ilegal itu,” jelasnya.

Jika dugaan itu benar, maka ART dengan tegas meminta pihak berwenang untuk segera memproses penambang tersebut secara hukum.

“Kalau memang masih beroperasi maka kami meminta dengan tegas Polda Sulteng harus memproses oknum yang menjadi aktor dibalik tambang tersebut,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar