Uji Coba Selasa, Pelanggar Aturan PSBB Makassar Akan Ditindak Tegas!

Ilustrasi PSBB makassar

Ilustrasi PSBB

Makassar, PANRITA.News – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat (24/4/2020) mendatang.

Sebelum penerapan, Pemerintah akan melalukan ujicoba pemberlakuan PSBB mulai Selasa (21/4/2020) hingga Kamis (23/4/ 2020).

Dalam penerapannya, Pemerintah akan menindak tegas warga yang melanggar aturan demi memutus pandemi virus Corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Makassar, Ismail Hajiali menjelaskan terkait tindakan apa yang akan dilakukan terhadap pelanggaran atutan PSBB.

“Yang pertama tentu sesuai yang diatur dalam perwali nanti terkait penindakan dan penerapan PSBB, itu bahwa setiap orang dan/atau badan yang melakukan pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dikenai sanksi upaya paksa dengan membubarkan orang yang berkumpul,” jelas Ismail Hajiali saat konferensi video di Makassar, Sabtu (18/4/2020).

Ismail mengatakan bahwa soal penegakan hukum aturan PSBB di Makassar dilakukan oleh Satpol PP dibantu aparat dari TNI dan Polri.

Sebelum tindakan tegas diberikan terhadap warga yang melanggar, petugas terlebih dahulu akan melakukan upaya persuasif.

“Dengan pemberlakuan PSBB, (pasti) ada saja orang yang anggap enteng dan menganggap remeh dengan tetap melakukan aktivitas dengan berkumpul, apalagi dengan tidak menggunakan masker, berkumpul lebih dari 5 orang. Ini akan dilakukan penindakan. Kalau ada mobil Damkar, termasuk kendaraan water cannon dari kepolisian, bisa dilakukan penyiraman. Ini untuk memberikan efek-efek bahwa PSBB ini tidak main-main, harus ditindak tegas,” kata Ismail.

Selain itu, Ismail menjelaskan, soal penghentian sementara aktivitas penduduk di tempat atau fasilitas umum dengan audiens di atas 5 orang, penghentian sementara aktivitas sosial budaya yang menimbulkan kerumunan orang, pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Warga yang beraktivitas di luar rumah juga wajib menggunakan masker.

“Untuk moda transportasi baik udara, darat dan laut, baik sifatnya umum dan pribadi tetap berjalan dengan pembatasan jumlah penumpang hanya 50 persen. Menerapkan jarak aman antarpenumpang. Kendaraan roda dua baik umum dan pribadi dilarang membawa penumpang selain barang,” jelasnya.

Lanjut Ismail, tindakan tegas juga diberikan kepada usaha-usaha yang dilarang beroperasi dalam aturan PSBB namun tetap beroperasi saat PSBB.

Untuk diketahui, Perwali Makassar terkait PSBB membolehkan usaha yang diantaranya yang menjual atau memproduksi kebutuhan bahan pokok dan alat kesehatan.

“Usaha-usaha yang tidak sesuai (ketetapan untuk tetap buka), yang dikecualikan maupun yang dikecualikan tapi tidak memenuhi syarat seperti yang diatur dalam Perwali, itu akan dilakukan penutupan. Ini khusus untuk tempat-tempat usaha yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar