Tolak Dibebaskan Pemerintah, Napi Asal Sulsel Ini Betah di Penjara

Tahanan asal Sulsel di samarinda, Ambo. (Foto: Ist)

Samarinda, PANRITA.News – Seorang narapidana (Napi) kasus narkotika asal Parepare Sulawesi Selatan (Sulsel) menolak untuk dibebaskan oleh pemerintah.

Adalah Ambo, salah satu Napi di Rutan Klas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, menolak dibebaskan meskipun ia mendapatkan hak asimilasi program Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkuham).

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi.

Ambo beralasan jika ia bebas dari penjara, ia tak tahu harus ke mana karena tak lagi punya rumah dan sanak saudara.

“Kalau saya keluar, mau ke mana. Mending di sini, sudah banyak teman,” kata Ambo kepada wartawan di Samarinda, Sabtu (11/4/2020) seperti dilansir dari Kompascom.

Dirinya lalu menceritakan, di kampung halamannya di Parepare, Sulawesi Selatan, dirinya hanya memiliki seorang anak. Istri pun tak sudah menikah lagi dengan orang lain.

“Orangtua sudah meninggal. Istri diambil orang (cerai). Saya bagus di sini saja (Rutan). Banyak teman,” ujar Ambo.

Ambo diketahi divonis empat tahun enam bulan penjara pada akhir 2017 lalu. Kini dia sudah dijalani masa tahanan dua tahun enam bulan.

Selama itu, dia mengaku betah selama menjalani kehidupan di dalam rutan.

Selain berolahraga, Ambo sering membantu mengangkat makanan dari keluarga pembesuk. Dari situ kadang dirinya mendapat makanan.

“Saya bantu teman angkat titipan makanan, nanti saya diberi makanan,” kata dia.

Pria yang dulunya berjualan ikan di Pasar Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) itu mengaku betah di dalam penjara.

“Mending di sini. Nyaman di sini. Sudah betah,” kata dia.

Tinggalkan Komentar