Arqam Azikin Soroti Penanganan Wabah Virus Corona di Sulsel

Makassar, PANRITA.News – Pengamat politik dan kebangsaan, Arqam Azikin menyoroti langkah penanganan dan pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Sulawesi Selatan.

Arqam mengatakan bahwa wabah Covid-19 yang merupakan ancaman pertahanan non militer, seharusnya ditangani dengan semi militer dan dipimpin langsung oleh TNI.

Apalagi kata dia, Sulsel khususnya Makassar sudah masuk dalam status zona merah Covid-19.

“Jadi wabah virus itu termasuk ancaman pertahanan yang sifatnya non militer, olehnya itu dalam penanganannya mesti dilibatkan TNI atau pihak terkait karena virus ini merupakan ancaman pertahanan,” jelas Arqam saat diskusi sederhana di Sekretariat Yayasan Gerak Bersama, Makassar, Sabtu (11/4/2020).

Arqam mengungkapkan bahwa dalam penanganan wabah ini, harusnya dilakukan dengan langkah yang terukur dan tepat sasaran.

“Pangdam harus mengambil alih penanganan Covid-19, karena ini ancaman non militer artinya perlu dihadapi dengan stategi pertahanan yang terukur dan tetap sasaran,” tegasnya.

“Sebaiknya Gubernur hanya menjadi penanggung jawab umum dan TNI menjadi pelakasana pencegahan Covid-19 di lapangan,” tambah Arqam.

Menurut Arqam, Kota Makassar yang sudah masuk zona merah harus segera menutup total akses keluar-masuk.

“Saya tidak ingin menyebutnya dengan istilah Lockdown, akan tetapi saat ini makassar sudah harus ditutup total, jangan biarkan ada akses keluar masuk, apalagi membiarkan pesawat asing masuk di bandara Hasanuddin,” katanya.

“Kecuali rumah sakit, apotek, pasar2 kecil agar kebutuhan masyarakat tetap bisa terjamin,” tutup Arqam.

Dalam diskusi sederhana tersebut, hadir pula Ketua Yayasan Gerak Bersama Andi Yuslim Patawari dan Dosen IAIN Palu, Attock Suharto.

Tinggalkan Komentar