Dampingi Suami di Ruang Isolasi, Begini Cerita Istri Prof Idrus Paturusi

Prof Idrus A Paturusi bersama istri, Shanty Andi Beso. (Foto: Ist)

Prof Idrus A Paturusi bersama istri, Shanty Andi Beso. (Foto: Ist)

Makassar, PANRITA.News – Mantan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Idrus Paturusi masih tengah diisolasi akibat positif terpapar Covid-19.

Hingga saat ini, Idrus masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Hasanudddin (RSUH).

Dan ternyata, sang istri tercinta Shanty Andi Beso turut mendampingi Idrus di tengah masa isolasinya.

Setelah beberapa hari di ruang isolasi, Shanty pun berbagi cerita saat awal mula mendengar suaminya juga terpapar virus Corona.

Ia juga berbagi pengalaman tentang apa yang telah dilaluinya sejak suaminya di ruang isolasi.

Berikut cerita dan pengalaman istri Prof Idrus yang ia bagikan melalui beranda media sosialnya:

Assalamu Alaikum
Nama saya Ibu Shanty Andi Beso, saya adalah Istri Prof Idrus Paturusi

Izinkan saya bercerita dan berbagi pengalaman

Waktu pertama kali saya mendengar hasil pemeriksaan suami saya (Prof Idrus).

Awalnya saya shock dan sangat sedih karena takut hal-hal yang buruk bisa terjadi 😢

Tapi kemudian saya tersadar kalau saya, suami saya, seluruh penduduk di dunia ini adalah milik Allah Subhanawatala

Saya lalu menyendiri beberapa saat & memohon kepada pemilik alam jagat raya, memohon izin-NYA utk menemani suami & memohon dilindungi dari wabah ini.

Walaupun awalnya prof & anak-anak melarang untuk ikut dalam kamar isolasi, berhubung saya mempunyai penyakit auto imun & keadaan ruangan isolasi yg dibayangkan mengerikan… apakah saya sanggup?

Tetapi saya percaya, Insyaa Allah melindungi karena ini pengabdian seorang istri. Terima kasih untuk para dokter yang mengijinkan saya ikut merawat suami saya dalam kamar isolasi dengan catatan harus menjaga diri saya dan mengenakan APD. Allah maha besar, anak saya Aco sedang ada di Jakarta dan membelikan saya APD untuk dipakai sehari-hari agar saya tidak memakai APD jatah dokter dan suster karena saya tau mahalnya dan susahnya mencari APD saat-saat ini.

Alhamdulilah skg sdh hri ke-7 saya dalam ruangan isolasi, setiap saya sedikit penat, agak flu, batuk sy berzikir: yaa ALLAH insyaa ALLAH saya sehat.. saya sehat ..saya kuat.. saya kuat.

Pada kesempatan ini, saya sangat bersyukur dan berterima kasih begitu banyak teman-teman, kerabat, keluarga berdoa utk Prof Idrus. Begitu pula perhatian kepada keluarga kami selama dalam kamar isolasi ini.

Para Teman, Dokter dan Keluarga Kerabat yang mengirimkan kurma Ajwa, obat-obatan. dan sekadar mengirimkan doa, dan support melalu WA dan SMS.

Mohon maaf kami tidak bisa ucapkan satu-satu.

Insyaallah doa-doa untuk kami akan menjadi amalan untuk para teman-teman, kerabat, keluarga… 🙏🏻 Dibalas berkali lipat oleh para Malaikat Allah kembali kepada yang mendoakan.

Kami sangat berterima kasih kepada Para Dokter dan Para perawat di kamar Isolasi Covid ini, yang dengan penuh kasih sayang merawat suami saya dan semua pasien Covid dalam kamar Isolasi. Saya bisa bayangkan betapa lelah dan panas, dehidrasinya memakai baju APD karena saya merasakan sendiri.

Akhir kata, mari kita sempatkan kirimkan doa kepada PARA MEDIS, PERAWAT, TENAGA KEBERSIHAN.. mendapatkan kekuatan, kesabaran & terhindar dari virus ini….

Kita tdk usah terlalu takut dengan yg bernama corona, TETAPI Kita HARUS WASPADA & MENJAGA DIRI JASMANI, BATHIN.

Jangan lupa kita selalu berserah diri kepada Allah atas segala ikhtiar yang telah kita lakukan.

wassalam Shanty Idrus.

Tinggalkan Komentar