KNPI Sulsel Usul Potong Gaji Pejabat Pemerintah dan BUMN untuk Tangani Corona

Wakil Sekretaris Komisi Perbankan dan Perpajakan DPD KNPI Sulawesi Selatan, Ruslan

Wakil Sekretaris Komisi Perbankan dan Perpajakan DPD KNPI Sulawesi Selatan, Ruslan

Makassar, – Kenaikan jumlah pasien terpapar virus corona di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan meningkat tajam dalam setiap harinya.

Jika penanganan tidak maksimal dan masyarakat belum sepenuhnya mematuhi anjuran keras untuk stay at home (WFH) dan menjaga jarak sosial (social distancing), maka virus corona berpotensi akan terus meluas.

Kondisi wabah virus corona sudah sangat mengkhawatirkan karena bisa saja semakin meluas dan belum dapat diprediksi sampai kapan virus ini akan hilang dan berhenti.

Virus corona mempengaruhi kehidupan normal masyarakat indonesia dalam berbagai bidang terutama kesehatan dan ekonomi. Virus Corona menguncang kehidupan kemanusiaan dan juga ekonomi.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Sekretaris Komisi Perbankan dan Perpajakan DPD KNPI Sulawesi Selatan, Ruslan menegaskan bahwa upaya penanggulangan virus ini, tentu membutuhkan kesigapan dan ketegasan pemerintah dari pusat hingga daerah.

Ruslan mengatakan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab terhadap keselamatan, pelayanan kesehatan masyarakat, dokter dan para medis, serta masyarakat secara umum.

Olehnya itu menurut Ruslan, dibutuhkan solidaritas bersama terutama kalangan atas, misal pejabat pemerintah dan BUMN dengan rela memotong gaji plus tunjangannya untuk penanganan virus covid-19 ini.

“Kita melihat berdasarkan gaji dan tunjangan para menteri, Gaji pokoknya sekitar 5 jutaan serta tunjangannya sekitar 13 juta ditambah pula dari Gaji dan tunjungan Wakil Menterinya cukup bisa membantu untuk dipotong maksimal 50%,” ujar alumni sarjana ilmu pemerintahan Unismuh Makassar ini melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3/2020).

“Bahkan Anggota DPR bisa lebih besar lagi, sebab jumlah anggota DPR sebesar 575 Orang, Sementara dari Direksi BUMN dan komisarisnya dimana gaji dan tunjangannya bisa mencapai miliaran, Dari 13 BUMN Tbk, Kalaupun dimasukkan Stafsus milenial yang berjumlah 7 orang berikut juga KSP, maka ini bisa terkumpul miliaran bahkan triliunan dari pada bangsa ini harus mengutang lagi, misal ke IMF lagi, bisa jadi masalah di masa depan.” lanjut Ruslan.

Ruslan mengungkapkan, jika penanganan covid-19 melalui solidaritas para pejabat pemerintahan dan BUMN dengan pemotongan gaji maksimal 50% saja, maka dana tersebut bisa dialokasikan untuk pembelian atau pembuatan masker dan hand sanitizer berjuta jumlahnya dan dibagikan secara gratis untuk rakyat indonesia serta pembelian alat kesehatan jika mencukupi.

“Seluruh rakyat bangsa indonesia patut berterima kasih kepada pemerintah jika hal itu terjadi, dan tentunya kita bisa lebih kuat lagi melawan virus ini,” pungkasnya.

“Semoga wabah ini segara berakhir dan Indonesia mampu keluar bersama-sama sebagai ‘pemenang’. Semua kebijakan dan langkah diambil dan dilaksanakan secara cerdas penuh pertimbangan, dan tentunya butuh kesadaran masyarakat untuk tetap patuh terhadap himbauan pemerintah untuk bersama-sama mencegah virus yang dimana sangat mempengaruhi tatanan hidup terutama perekonomian dan pelayanan pemerintahan,” tutup Ruslan.

Comment