Tegal, PANRITA.News – Pemerintah Kota(Pemkot) Tegal memutuskan untuk menutup total akses ke wilayahnya atau lockdown selama 4 bulan ke depan.
Hal ini demi upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Tegal menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan kebijakan tersebut sejak pandemi virus Corona yang semakin merajalela di Indonesia.
“Mulai besok saya nyatakan Kota Tegal darurat dan harus mendapat penanganan serius. Untuk itu, besok kita berencana Kota Tegal ini full untuk lockdown,” ungkap Wali Kota Tegal Dedy Yen Supriyono saat konferensi pers di Pendapa Balai Kota, Rabu (25/3/2020).
Kebijakan tersebut berlangsung cukup lama yakni 4 bulan ke depan, terhitung mulai akhir Maret hingga Juli.
Dedy mengatakan akses jalan protokol di dalam kota dan jalan penghubung antar kampung akan ditutup menggunakan beton, kecuali di jalur provinsi dan nasional.
“Kita rencanakan akan ditutup tanggal 30 Maret – 31 Juli, demi keamanan bersama, Kota Tegal akan gunakan local lockdown ini seluruhnya. Ada 49-50 titik akan ditutup menggunakan beton” tambahnya.
Lebih lanjut, Dedy mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan aparat TNI untuk melakukan penyemprotan disinfektan di tempat umum seperti alun-alun dan pasar.
“Ini diharapkan, masyarakat bisa memahami karena keadaan. Kita butuh kekompakan warga agar semua bisa terhindar dari bahaya Covid-19,” kata Dedy, memungkasi.
Dia berharap kebijakan yang diambil ini bisa memutus mata rantai penularan virus Corona. Jika sebelum empat bulan kondisi kembali normal, maka local lockdown ini akan ditinjau kembali.
“Saya lebih baik dibenci, daripada warga saya mati karena terpapar Covid-19,” tegasnya.

Comment