Darurat Virus Corona, Aktivis PMP2H Minta Pemerintah Gratiskan Akses Internet

Direktur PM2H Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Warakaf.

Direktur PM2H Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Warakaf.

Makasar, PANRITA.News – Dengan adanya status tanggap darurat darurat bencana pandemi virus Corona memaksa sekolah dan perguruan tinggi melaksanakan proses pembelajaran secara online atau secara daring.

Akan tetapi hal tersebut menimbulkan persoalan lain, yakni mahalnya biaya internet untuk mengakses pembelajaran daring tersebut.

Berdasarkan hal itu, Direktur Pergerakan Mahasiswa Pemantau Pelanggaran Hukum (PMP2H) Muhammad Warakaf meminta pemerintah menggratiskan biaya internet.

Menurut Warakaf, di situasi darurat seperti saat ini, pemerintah harus tanggap dengan bencana tersebut dengan menggratiskan internet sehingga pembelajaran tetap bisa berlangsung dengan baik.

“Di saat seperti ini adalah kesempatan pemerintah untuk membebaskan biaya untuk internet,” kata Warakaf, Selasa, (24/3/2020).

Dengan biaya akses internet gratis kata Warakaf, hal itu bisa menekan siswa atau mahasiswa agar tidak ke warkop.

“Hal ini kemudian biar siswa atau mahasiswa tidak kumpul di Warkop atau Warnet untuk belajar online ataupun untuk kerja tugas,” ujarnya.

Selain untuk kebutuhan pembelajaran online, Muhammad Warakaf juga meminta agar segala keperluan yang terkait internet bisa diakses dimana saja.

“Selain untuk pelajar, segala keperluan yang terkait internet bisa diakses dimana saja,” sambung Warakaf.

Hal Itu, kata dia, sangat mungkin. Yakni dengan memberdayakan perusahaan telekomunikasi plat merah seperti PT Telkom.

“Melalui PT Telkom dan membuat jaringan sampai pelosok Tanah Air, dengan biaya murah,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar