Kapal Pesiar Australia Berlabuh di Makassar, Dema FKIK UINAM Minta Hasil Pemeriksaan Dipublikasi

Ketua Umum Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar, Nur Rahmatullah Amin

Ketua Umum Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar, Nur Rahmatullah Amin

Makassar, PANRITA.News – Usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan virus corona masuk di Indonesia, tidak sedikit masyarakat yang panik dan waspada.

Sejumlah upaya pun dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona di Tanah Air, salah satunya adalah menjaga 135 pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara.

Ahmad Yurianto, Juru Bicara Penanganan Kasus Virus Corona melaporkan pada Rabu, (11/3/2020) kemarin, Jumlah pasien positif corona bertambah jadi 34 orang.

Kasus baru virus ini semua diakibatkan importad case atau tertular diluar negeri.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar, Nur Rahmatullah Amin mengatakan walaupun sudah dilakukan pengecekan terhadal WNA yang akan masuk ke Indonesia akan tetapi pelaksanananya tidak 100% menjamin seluruh WNA terhindar dari virus corona karena masa inkubasi virus ini memakan waktu yang cukup panjang hingga 2 minggu.

Seperti yang terjadi terhadap penumpang dan kru kapal kapal pesiar asal Australia, Coral Adventure yang berlabuh di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan

“Siapa yang menjamin WNA yang mau ke makassar di kapal pesiar Coral Adventure itu semua negatif corona, jangan sampai dengan masuknya kapal pesiar dari Australia ini akan berdampak terhadap masyarakat Makassar dan bahkan bisa menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini memberikan tekanan psikis dan ketakutan terhadap warga makassar akan terjangkit Virus Corona,” jelasnya saat diwawancarai, Kamis (12/3/2020).

Nur Rahmatullah juga menegaskan untuk menghindari, mencegah dan mewaspadai Virus Corona menyebar di Kota Makassar, Ia meminta kepada otoritas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar dan Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar untuk melakukan Publikasi kepada masyarakat terkait hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap Kapal Pesiar Coral Adventure asal Australia yang membawa sekitar 50 wisatawan dan ABK.

“Publikasi ini sangat penting dilakukan agara masyarakat juga ikut mengetahui apakah benar-benar sudah lolos hasil pemeriksaan dan menghindarkan masyarakat terhadap ketakutan terhadap penyebaran virus ini di Kota Makassar,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar