Sekprov Sulbar: Butuh Action untuk Kembangkan Pariwisata

Mamuju, PANRITA.News – Dalam mengembangkan sektor pariwisata di Sulbar tidak hanya membutuhkan regulasi, namun juga dibutuhkan adanya action atau tindakan untuk mengelolanya.

Hal tersebut ditekankan Sekprov Sulbar Muhammad Idris, saat membuka acara Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Pariwisata Sulbar, di ruang meeting lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis 27 Februari 2020.

“Kebanggaan tidak hanyak cukup dengan banyaknya kebijakan di sektor pariwisata. Saya senang kalau kita bicara kebijakan, tetapi jangan sampai kita larut dengan itu, tanpa adanya action di dalamnya,”pungkas Idris.

Selain itu, juga dibutuhkan peran dari berbagai pihak, baik Pemprov maupun Pemkab termasuk juga para pengusaha.

“Pada sektor pariwisata ini harus melibatkan banyak pihak, tidak cukup hanya Pemprov yang duduk bersama Pemkab saja,” tandas Idris.

Dikemukakan, sektor pariwisata selalu menarik untuk dibicarakan, namun dalam hal itu tidak ada yang bisa dibanggakan jika tidak berorientasi pada hasil.

“Tidak boleh lagi input terus, tapi tidak ada hasilnya. Makanya saatnya kita harus berorientasi hasil,” kata Idris.

Melalui kesempatan tersebut, Idris meminta, kedepan seluruh destinasi wisata yang ada di Sulbar harus dibuatkan rencana strategis sedetail mungkin.

“Saya minta di 2021 kita tidak boleh lagi menggambar bebas, apalagi kalau kita meminta dukungan anggaran tanpa ada rencana strategis masing-masing destinasi. Makanya saya dorong Pulau Karampuang agar kerangka besarnya harus final di tahun ini sampai sedetail mungkin, misalnya siapa yang mau berinvestasi dan apa yang diinvestasi,” tambahnya.

Koordinasi antar OPD

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Farid Wadji mengatakan, untuk mengelola pariwisata harus lebih banyak melakukan koordinasi antara OPD satu dengan lainnya.

“Satu OPD tidak akan berdaya jika kegiatannya tidak disinkronkan dengan OPD lainnya,” kata Farid.

Olehnya itu, Farid mengungkapkan, Forum OPD Bidang Pariwisata tersebut, bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mensinergikan kegiatan, baik yang ada di provinsi maupun kabupaten, sehingga dapat dilaksanakan secara bersama-sama.

“Alhamulillah pada hari ini kita berkumpul bersama, untuk mempertemukan visi atau kegiatan yang akan kita laksanakan bersama-sama,” kata Farid.

Ia menambahkan, pada tahun ini sejumlah destinasi wisata yang ada di Sulbar akan didorong pengembangannya melalui penyelenggaraan festival, yakni Festival Taman Nasional Gandang Dewata di Mamasa, Festival Sungai Mandar di Polewali Mandar dan Festival Kota Tua di Majene.

Tinggalkan Komentar