Warga Keluhkan Aktifitas Perusahaan di Romang Polong Gowa

Gowa, PANRITA.News – Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Forum Pemuda Pemerhati Lingkungan Sulawesi Selatan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa di bawah kepemimpinan Bupati Adnan Purichta Ichsan untuk segera menutup perusahaan PT. Harfia Graha Perkasa (HGP).

Pasalnya sudah 3 kali gelar pendapat di DPRD Gowa, dan hasilnya untuk kepada dinas terkait agar segera menindak lanjuti dan melakukan upaya penutupan sementara.

Selain PT. Harfia Graha Perkasa, menurut Ketua Umum Forum Pemuda Pemerhati Lingkungan Sulsel, Imran Wahyudi membeberkan ada beberapa perusahan lain seperti PT. Cisco Sinar Jaya yang beroperasi di Kelurahan Romang polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa yang sangat dikeluhkan aktifitasnya oleh warga sekitar pabrik.

“Kebisingan dan debu semen yang terbang ke pemukiman warga dan yang paling menganggu dan membahayakan mobil molen yang kami duga itu berasal dari PT. HGP dan PT. Cisco Sinar Jaya yang menjatuhkan sedimen cor di jalan sampai mengeras yang membuat gundukan dijalan sampai terjadi kecelakaan,” jelasnya.

Opi sapaan akrabnya menduga perusahaan tersebut tidak mengantongi izin sesuai ketentuan hukum yang berlaku karena dari sudut tata ruang sudah tidak layak berada di tengah padat pemukiman dan berada di pusat pendidikan Universitas Islam Negeri Alauddin.

“Apa lagi PT. HGP, dari hasil gelar pendapat kepala dinas PUPR Gowa mengatakan sudah dari 2009 tak berizin, artinya kalau PT. HGP tak berizin karena kesesuaian tata ruang sudah tidak bisa, berarti PT. Cisco Sinar jaya juga tak berizin karena lokasi pabrik bersampingan,” jelas Opi.

Olehnya itu, Forum Pemuda Pemerhati Lingkungan Sulsel dengan tegas dan serius meminta Bupati Gowa, untuk segara menutup perusahaan yang sudah lama beroperasi itu.

Sementara , Suwandi Sultan selaki Kordinator Masyarakat (Korlap) warga setempat yang sekaligus pemerhati lingkungan mewakili puluhan warga terdampak menyampaikan pernyataan sikap yang meliputi enam tuntutan yakni:

1. PT. Harfia Graha Perkasa dan PT. Cisco Sinar Jaya harus bertanggung jawab terhadap Kebisingan dan debu semen dan sedimen cor yang jatuh dijalan dan mengeras yang membahayakan pengguna jalan.

2. Perusahaan yang tidak memiliki dokumen lingkungan berupa Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL), Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL), Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL), maka harus dihentikan secepatnya.

4. Bupati Gowa segera menindak lanjuti hal ini. Kalau tidak, kita ragukan keberpihakan pemerintah daerah dalam menangani isu-isu lingkungan dan keperpihakannya ke korporasi.

5. DPRD kabupaten Gowa segera memanggil pemilik PT. HGP dan PT.  Cisco Sinar Jaya untuk diminta pertanggung jawaban mengenai aktifitasnya, sekaligus memberhentikan operasi perusahaan tersebut karena dari kesesuain tata ruang sudah tidak bisa.

6. Atas kondisi masyarakat kelurahan Romang polong yang merasakan debu semen dari sendimen cor yang jatuh dijalan. Maka kami meminta komitmen DPRD Gowa dan Pemda Gowa segara menunjukan keberpihakannya untuk warga Kel. Romang polong.

Tinggalkan Komentar