Ditilang karena Tak Nyalakan Lampu Motor, Mahasiswa: Kenapa Presiden Jokowi Tidak?

Jokowi naik motor dan tak menyalakan lampu motor (Minggu, 4/11/2018) pukul 06.20 WIB. (Ist).

Jokowi naik motor dan tak menyalakan lampu motor (Minggu, 4/11/2018) pukul 06.20 WIB. (Ist).

Jakarta, PANRITA.News – Dua mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Eliadi Hulu dan Ruben Saputra Hasiholan Nababan mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK), terkait aturan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Mahasiswa Fakultas Hukum ini keberatan dengan pasal yang mewajibkan pengendara sepeda motor menyalakan lampu di siang hari, seperti yang tertuang dalam Pasal 197 ayat (2) dan Pasal 293 ayat (2).

Selain, ia merasa dirugikan dengan pasal tersebut karena pernah menjadi korban tilang. Eliadi juga mempertanyakan mengapa aturan tersebut tidak berlaku bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Presidan Joko Widodo pada hari Minggu, 4 November 2018 pukul 06.20 WIB mengemudi sepeda motor di Jalan Sudirman, Kebun Nanas, Tangerang, Banten dan tidak menyalakan lampu utama sepeda motor dikemudikannya namun tidak dilakukan penindakan langsung (tilang) oleh pihak kepolisian,” tulis Eliadi, seperti dikutip dari laman resmi MK, Jumat (10/1/2020)

Menurut Eliadi, aturan yang tidak berlaku bagi Jokowi telah melanggar asas kesamaan di mata Hukum (Equality Before The Law) yang terdapat dalam Pasal 27 UUD 1945.

Sebelumnya diberitakan bahwa, Eliadi dan Ruben menilai aturan menyalakan lampu motor pada siang hari justru merugikan pengendara karena membuat aki cepat rusak.

Mahasiswa semester 7 itu juga mengklaim dirinya sempat mengajukan protes terkait aturan menyalakan lampu di siang hari, kepada petugas lalu lintas, namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan.

Tinggalkan Komentar