Jokowi Datang, Kapal China Tinggalkan Laut Natuna

Jokowi mengunjungi Natuna.(facebook.com/joko widodo)

Jokowi mengunjungi Natuna.(facebook.com/joko widodo)

Jakarta, PANRITA.News – Kapal-kapal ikan asal China akhirnya meninggalkan perairan laut Natuna yang notabene merupakan wilayah kedaulatan Indonesia.

Hal itu terjadi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi langsung lokasi tersebut, kapal-kapal yang dikawal cost guard itu pun pergi.

“Dengan amatan dari TNI AU melalui udara, kapal-kapal China yang melakukan ilegal fishing sudah keluar dari ZEE kita pascakunjungan Presiden ke Natuna,” kata Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).

Menurut Sisriadi, bukti bahwa pesan itu ditangkap oleh China terlihat ketika kapal nelayan yang didukung kapal cost guard angsung meninggalkan ZEE Indonesia.

Sisriadi menegaskan, TNI tetap menggelar operasi rutin di wilayah Natuna untuk mengantisipasi adanya klaim pihak asing.

“Untuk Natuna kami laksanakan instruksi Presiden, kemudian operasi TNI, karena itu sifatnya operasi rutin tetap kami lakukan. Untuk intenstasnya kami melihat situasi taktis di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mendatangi Natuna, Kepulauan Riau, untuk merespons pelanggaran kedaulatan RI oleh China, Rabu (8/1/2020).

Kepala Negara menegaskan Indonesia memiliki hak berdaulat atas sumber daya alam di ZEE Indonesia.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Jokowi bertemu dengan ratusan nelayan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Pelabuhan Perikanan Selat Lampa Natuna, Kabupaten Natuna. Setelah itu, Jokowi meninjau KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa.

“Saya ke sini juga ingin memastikan penegakan hukum atas hak berdaulat kita, hak berdaulat negara kita Indonesia atas kekayaan sumber daya alam laut kita di zona ekonomi eksklusif. Kenapa di sini hadir Bakamla dan Angkatan Laut? Untuk memastikan penegakan hukum yang ada di sini,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar