Sosialisasi Perda Trafficking di Bulukumba, Isnayani Hadirkan Narasumber Berkompeten

Anggota DPRD Sulsel, Isnayani gelar sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulsel Nomor 9 Tahun 2017.

Anggota DPRD Sulsel, Isnayani gelar sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulsel Nomor 9 Tahun 2017.

Bulukumba, PANRITA.News – Anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Isnayani, SH menggelar  Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulsel Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Penghapusan Perdagangan (Trafficking) Perempuan dan Anak, Senin (2/11/2019).

Sosialisasi yang berlangsung di Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujungbulu Kabupaten Bulukumba ini dihadiri ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Isnayani menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kepercayaan masyarakat untuk menjadi wakil rakyat di DPRD Sulsel.

Isnayani mengatakan bahwa dirinya tidak ingin memberikan banyak janji politik, namun yang pastinya akan bekerja dengan sebaik-baiknya untuk mengawal aspirasi masyarakat bulukumba dan sinjai.

Dalam menjalankan tugas di DPRD, Isnayani  berharap senantiasa didoakan dan didukung oleh masyarakat untuk memperjuangkan apa yang menjadi aspirasinya.

“Kami akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di DPRD sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat khususnya masyarakat menengah kebawah,” tegasnya.

“Dan hari ini, kami mendapat tugas untuk mensosialisasikan salah satu perda yg sudah ditetapkan oleh DPRD kepada masyarakat seperti yang kita laksakanakan hari ini, dan sosialisai ini kita hadirkan pemateri yg sangat kompeten terkait perda ini agar masyarakat betul memahami isi dan maksus perda ini,” ungkapnya.

Sementara itu, hadir sebagai sebagai Narasumber adalah praktisi perempuan dan anak Wahida Rustam, S.Ag. MH.

Pada kesempatan itu, Wahida Rustam mengupas tuntas soal perda yang berkaitan dengan perempuan dan anak ini.

“Perda ini ada 13 bab, 30 pasal yang di dalamnya mencakup 3 hal, ada prosesnya, ada caranya dan ada eksploitasinya dan bagaimana peran serta masyarakat, dan ada sanksi bagi yang melanggar tentang trafficking ini,” jelasnya.

Aktivis perempun Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan 2012-2015 ini menjelaskan secara tuntas mengenai trafficking, bahwa trafficking itu adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang perempuan dan atau anak dengan ancaman kekerasan, penculikan, penyekapan pemalsuan, penipuan penyalah gunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut. Baik yang dilakukan di dalam negara ataupun antar negara untuk tujuan eksploitasi.

“Jadi perekrutan dengan cara yang tidak sesuai dengan Undang-Undang, atau penipuan dengan iming-iming dan lain sebagainya itu akan diberikan sanksi,” jelasnya.

Anggota DPRD Sulsel, Isnayani gelar sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulsel Nomor 9 Tahun 2017.
Anggota DPRD Sulsel, Isnayani gelar sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulsel Nomor 9 Tahun 2017.

Olehnya itu, Wahida mengajak masyarakat untuk selalu berhati-hati jika misalnya ada orang yang mengajak untuk bekerja di dalam ataupun luar negeri dengan iming-iming, bisa jadi itu adalah penipuan.

“Hujan uang di negeri orang dan hujan batu di negeri sendiri itu masih enak di negeri sendiri, maksdnya meskipun penuh kesulitan tapi masih bisa jaki makan di kampungta,”  jelasnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut diantaranya Lurah Kalumeme, Kapolsek Ujung Bulu serta tokoh masyarakat.

Tinggalkan Komentar