Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Matahari Maros

Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pesantren Matahari Kabupaten Maros.

Maros, PANRITA.News – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M di Pesantren Matahari Kabupaten Maros, Sabtu (30/11/2019).

Pesantren Matahari merupakan pensantren dibawah bimbingan Prof. Mochammad Qashim Mathar terletak di perbatasan Kabupaten Maros dan Gowa, tepatnya di Dusun Mamgempang, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe.

Dari pantauan Panrita.news, peringatan maulid nabi ini turut hadir dimeriahkan oleh masyarakat sekitar pesantren. Hadir pula beberapa profesor dan dosen UIN Alauddin Makassar.

Ketua panitia pelaksana Syamsul Bahri menyampaikan terima kasih atas kehadiran masyarakat sekitar.

“Selamat datang di Pesantren Matahari, Alhamdulillah, niatan kami beberapa hari yang lalu untuk melaksanakan kegiatan ini akhirnya terwujud hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, penceramah hikmah maulid, Dr. Barsihannor mengajak masyarakat yang hadir untuk senantiasa merawat silaturahim antar manusia

Dalam ceramahnya Barsihannor menekankan untuk saling memahami sesama manusia.

“Kita patut bersyukur kita terlahir di Indonesia yang penuh dengan keberagaman, dan termasuk kebebasan dalam keberagamaan kita dijamin oleh negara dalam melaksanakan setiap aktivitas kita, termasuk peringatan Maulid kali ini,” ujarnya.

Menurut Mantan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar ini, perayaan maulid nabi merupakan ekspresi cinta umat islam kepada Rasulullah.

“Peringatan maulid nabi merupakan ekspresi cinta dan kerinduan kita terhadap Nabi Muhammad SAW. Hanya ada dua cara untuk mengekspresikan cinta kita terhadap orang yang belum pernah kita jumpai, adalah melalui surat dan menyanyi atau syair-syair seperti kita bershalawat kepada Nabi Muhammad,” pungkasnya.

Pada peringatan Maulid ini, tiga orang menyumbangkan puisi sebagai bentuk ekspresi kecintaan dan kerinduan kepada Nabi Muhammad, diantaranya adalah Prof. Ahmad M Sewang, Dr. Barsihannor dan Prof. Natsir Siola.

Selain itu, santri pesantren Matahari juga menampilan bedug maulid, majelis ta’lim Bontoduri Makassar menyumbangkan qasidah serta penampilan Barasanji dari masyarakat perbatasan Maros dan Gowa.

Tinggalkan Komentar