Makassar, PANRITA.News – Kerukunan Mahasiswa Olahraga Soppeng menggelar Dialog dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, di Eureka Studio Coffee, Jumat (1/11/2019) malam.
Dialog yang bertajuk “Pemuda Modal Pembangunan sekaligus Investasi Masa Depan” menghadirkan 2 narasumber dari Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri dan Dr. Fathoni sebagai akademisi.
Pada kesempatan itu, Syamsul Bahri berbicara soal sejarah dan peranan pemuda di masa lalu yang menjadi ujung tombak kemerdekaan Indonesia dan kondisi pemuda hari ini.
“Sejak kongres pertama pemuda Indonesia adalah untuk mempersatukan pemuda dari sabang sampai marauke. Hari ini sebagai pemuda seharusnya kemerdekaan itu kita isi dan melanjutkan apa yang telah diwariskan para pemuda di masa lalu,” tegas Syamsul.
Menurut Syamsul, sebagai pemuda, hari ini mesti mempersiapkan dirinya sebagai modal dan investasi bagi masa depan bangsa dan negara.
“Sebagai pemuda atau mahasiswa hari ini harus mempersiapkan diri dengan menjadi pemimpin di suatu organisasi dan melatih diri bertanggung jawab, berani berkomitmen dan memiliki semangat juang. sebagai Mahasiswa, minimal Dia harus unggul akademik, hebat organisasi serta sukses romantisme,” paparnya.

Syamsul Bahri mengatakan bahwa bonus demografi tidak perlu ditakuti, hal itu menjadi tantang tersendiri bagi pemuda untuk meraih apa yang dicita-citakan.
“Yang mesti kita pahami adalah pembangunan suatu bangsa tidak lagi semata-mata bergantung pada sumber daya alam, tetapi pada sumber daya manusia terkhusus pemuda yang unggul adalah kunci menuju Indonesia Maju,” pungkasnya.
Sementara itu, Dr. Fathoni menjelaskan bahwa buta huruf bagi pemuda hari ini tidak lagi seperti di masa lampau yang tidak bisa membaca atau menulis.
“Buta huruf hari adalah mereka yang tidak mengerti bahasa asing dan tidak memahami teknologi,” ujarnya.

Comment