Sensus Penduduk 2020 Akan Menggunakan Metode Kombinasi

Sensus Penduduk 2020

Sensus Penduduk 2020

Bulukumba, PANRITA.News – Tahun 2020 mendatang, Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melaksanakan Sensus Penduduk. Sensus Penduduk yang dilaksanakan setiap 10 tahun ini merupakan penghitungan jumlah seluruh penduduk, baik WNI maupun WNI yang dilakukan dalam jangka tertentu dan secara serentak di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Kepala BPS Bulukumba, Sulawesi Selatan, Mattaliu mengemukakan, Sensus Penduduk tahun 2020 atau dengan istilah SP 2020 adalah sensus penduduk ke-7 kalinya sejak pertama kali dilakukan pada tahun 1961. Sensus penduduk bertujuan menyediakan data jumlah komposisi distribusi dan karakteristik penduduk.

“Ada yang baru pada sensus penduduk tahun 2020. Jika yang terdahulu setiap penduduk dicatat oleh petugas secara door to door, maka SP2020 nantinya menggunakan metode kombinasi seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi informasi,” tutur Mattaliu pada Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 di Hotel Agri, Rabu 16 Oktober 2019

Lebih lanjut, Mattaliu menjelaskan bahwa metode kombinasi itu menggunakan data registrasi penduduk dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil dan pencacahan lapangan dengan tujuan mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia.

“Jadi, seluruh penduduk nantinya dapat melakukan pemutakhiran data kependudukan masing-masing secara online melalui website Sensus Online. Bagi warga yang tidak dapat melakukan secara online, maka petugas BPS akan mendatangi rumah warga untuk melakukan pencatatan pada bulan Juli 2020 mendatang,” jelas Mattaliu.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan SP 2020 ada tujuh tahapan yang dilakukan. Pertama, koordinasi dan konsolidasi, kedua penyiapan basis data dasar, ketiga pendataan mandiri atau sensus online, keempat penyusunan daftar penduduk, kelima pemeriksaan daftar penduduk, keenam verifikasi lapangan untuk penduduk yang baru dan penduduk yang diragukan keberadaannya, dan ketujuh pencacahan lapangan bagi yang tidak terdaftar dalam daftar penduduk.

Sementara itu, AM Sukri Sappewali yang membuka acara sosialisasi Sensus Penduduk 2020 meminta jajarannya untuk membantu dan mensukseskan pelaksanaan sensus pendudk, dengan harapan dapat mewujudkan satu data kependudukan. 

“Data Sensus Penduduk ini sangat diperlukan sebagai dasar dalam melakukan perencanaan pembangunan, termasuk untuk menyalurkan bantuan pemerintah kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar