Pangkep, PANRITA.News – Pungutan sebesar Rp 500.000 untuk biaya pembinaan kedisiplinan di Kampus Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Pangkep dinilai tidak masuk akal oleh kalangan mahasiswa.
Dengan alasan lungutan biaya untuk pembinaan kedisplinan baru dikenakan tahun ini untuk angkatan 2019 sementara angkatan-angkatan sebelumnya tidak ada pembayaran seperti itu.
Salah satu Mahasiswa yang berinisial FU mempertanyakan rincian anggaran tersebut ke salah satu dosen yaitu Dodi dan Irawan.
“Kenapa kita bayar sebesar lima ratus ribu, bukankah ini kegiatan kampus seharusnya ada anggaran oleh kampus?” ujar FU.
Pertanyaan ini dijawab dengan tindakan arogansi yang sifatnya mengacam Mahasiswa.
“Kamu selaku mahasiswa tugasmu belajar jangan campuri atau pertayaakan soal anggaran pembinaan kedisplinan, kamu seakan-akan menilai kami korupsi,” ujar FU mencontohkan jawaban dari Dosennya.
diketahui pula FU sempat diancam bidikmisinya dicabut dan bahkan guru di tempat sekolahnya dulu ikut menegur FU.
“Masalah apa yang kamu buat di Politani, sampai-sampai dosenmu hubungi saya dan waktu dekat ini pihak kampus ingin menemui orang tuamu,” ujar wali kelas FU melalui telepon.

Mendengar hal tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Teknologi Kelautan dan Perikanan (HIMATKP) Muh. Muladi Hms pun angkat bicara.
“Perlakuan pengelola tersebut kepada FU sangat mengindikasikan terjadi pungutan liar dan kami dari himpunan akan menginvestigasi dan kami juga meminta penjelasan secara tertulis dari pihak terkait serta meminta klarifikasi secara terbuka ke media tentang rincian pembayaran tersebut,” tegasnya.
Muladi menegaskan jika memang ada indikasi kasus dugaan korupsi maka dirinya akan segera melaporkan hal ini kepenegak hukum.
“Tak hanya itu, perilaku tersebut tidak mencerminkan sikap seorang tenaga pendidik yang profesional,” tambah Muladi.

Comment