SKK Kembali Digelar, Terbuka untuk Umum

Senandung Kopi Kahayya/ IST

Senandung Kopi Kahayya/ IST

Bulukumba, PANRITA.News – Senandung Kopi Kahayya (SKK) akan kembali digelar selama tiga hari. SKK yang ke-4 ini akan berlangsung pada tanggal 6-8 September 2019 di Dusun Tabbuakang, Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

Sejumlah kegiatan SKK akan mengisi pesta panen kopi yang dilaksanakan tiap tahun.

Panitia pelaksana, Ihdar Alfarabi menguraikan sejumlah kegiatan yang mengisi SKK 4, seperti Prosesi Sungkabala, Aqustik Gunung, Sharing Session, Fun Cupping, Kuliner Tradisional, Aksi Sosial, dan Pertunjukan Seni Tradisional. Kegiatan ini, lanjut Ichdar terbuka secara umum dengan proses pendaftaran melalui panitia.

“Registrasi pendaftaran itu beda-beda, tergantung fasilitas yang diperoleh peserta. Peserta dapat mengikuti semua kegiatan di event ini,” ujarnya

Kegiatan tersebut dilaksanakan Serikat Pemuda Kahayya dengan dukungan projek produksi dan direct konten event oleh Alfarabi Bulukumba dan support event dari Kareso Institute, Pondok Tahfidz Bhayangkara, KMC, dan Ondeway Indonesia.

Beragam kegiatan yang disuguhkan termasuk sesi diskusi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi Kopi Kahayya.

Mewakili Serikat Pemuda Desa, Rusman menjelaskan, pelbagai hal mengenai Kopi Kahayya yang merupakan single origin dari Bulukumba akan didiskusikan. Mulai dari budidaya, pasca panen, produk, hingga pengembangan brand lokal.

Dalam diskusi tersebut akan berfokus pada pola pikir masyarakat petani kopi dan bagaimana ketelibatan para petani agar dapat mencapai tujuannya; petani sejahtera. Membuka ruang tanya jawab serta bagaimana saran dan kritikan untuk membangun Kopi Kahayya.

“Kalau tahun sebelumnya lebih kepada semacam pelatihan misalnya pelatihan budidaya tanaman kopi, pelatihan pengolahan pasca panen. Untuk sesi diskusi lebih pada bagaimana keterlibatan pemeritah dalam hal ini kaitannya dengan perkopian di Kahayya,” ungkap pria yang akrab disapa Ummang itu.

Sharing session, kata Ummang, sedikit banyaknya memberikan dampak untuk peningkatan perekonomian melalui pengembangan Kopi Kahayya.
Sedikit demi sedikit, pemerintah telah mencurahkan perhatian. Disamping itu, kualitas produksi juga bisa ditingkatkan meskipun belum secara optimal.

“Kopi Kahayya juga semakin dikenal tempat-tempat lain bukan hanya di Bulukumba tapi juga di Makassar dan beberap tempat di Pulau Jawa,” katanya.

Inti dari kegiatan tersebut, bagaimana memberikan pengetahuan-pengetahuan baru kepada para petani mengenai peningkatan kualitas. Tentunya dengan berikan materi dan ruang untuk saling bertukar pengalaman atau sesekali mendatangkan orang yang ahli dalam hal perkopian.

“Kita juga berusaha merubah mindset mereka dalam bertani yang lebih profesional,” ujarnya.

Mengajarkan budidaya yang baik pada petani dengan memberikan pemahaman mulai dari tahapan persiapan benih sampai sampai kepada pemeliharaan tanaman kopi. Selain teori pihaknya juga melakukan demonstrasi atau praktik.

Pasca panen, petani diajarkan sistem pemetikan dan pemilihan biji yang akan dipetik sampai kepada sortasi biji kopi untuk mendapatkan biji kopi yang memenuhi SNI.

“Bicara produk yang bagaimana yang kita mau buat. Misalnya kopi bubuk, roastedbeen. Atau hanya dalam bentuk greenbeen dan lainnya, sedangkan urusan brand kami menyerahkan pada tim pendamping,” ungkapnya.

Pada kegiatan itu, lanjut Ummang, juga akan membahas potensi-potensi lainnya yang ada di Kahayya. Seperti dari aspek pendidikan, kearifan lokal, kreatifitas pemuda dan lainnya.

Leave a Reply