Optimalkan Pelayanan Publik, Sekda se-Sulsel dan Ombudsman RI Jalin Kerjasama

Penandatangnan Perjanjian Kerjasama antara Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Selatan dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (4/9).

Penandatangnan Perjanjian Kerjasama antara Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Selatan dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (4/9).

Makassar, PANRITA.News – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani menghadiri acara Penandatangnan Perjanjian Kerjasama antara Ombudsman RI Provinsi Sulawesi Selatan dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (4/9).

Ditemui usai acara, Abdul Hayat mengatakan setelah perjanjian kerja sama tersebut yang terpenting adalah optimalisasi pelayanan publik.

“Perjanjian kerja sama itu tujuannya adalah sejauh mana masyarakat bisa terlayani hak-haknya dengan baik, terutama layanan publik,” kata Abdul Hayat.

Abdul Hayat mengatakan bahwa pemerintah ingin agar proses-proses pelayanan sesuai amanah undang-undang itu berjalan sebagaimana mestinya.

“Jadi bukan amanahnya Ombudsman, tetapi amanah UUD 1945, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Hayat mengatakan bahwa melalui perjanjian kerjasama tersebut Ombudsman secara otomatis telah memiliki keleluasaan dalam menjalankan fungsi pengawasan sesuai dengan tupoksinya.

“Kita tidak berhak memberikan lagi keleluasaan, tapi menurut regulasi itu sudah berproses sebagaimana tugas pokok dan fungsinya. Kita ikut terlibat sebagai bagian dari masyarakat, kita coba ikat dengan suatu perjanjian mudah-mudahan dengan perjanjian itu progresnya bisa lebih bagus,” lanjut Abdul Hayat.

Terkait dengan transparansi pelayanan pemerintah, Abdul Hayat mengambil contoh penggunaan Baruga Lounge yang tidak perlu bergantian masuk satu per satu.

“Orang akan bingung kalau seperti itu. Tetapi kalau sama-sama di Baruga Lounge duduk bersama, dan wartawan juga ada di situ, tentunya tidak ada yang disembunyikan. Justru kita gunakan tempat itu agar wartawan tahu dan bisa memberikan informasi yang baik, sehat dan utamanya edukatif,” tutupnya. (*)

Leave a Reply