Dibayangi Ancaman Pemakzulan, Gubernur Sulsel Tak Gentar “Bersih-bersih” Pejabat

Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah (Foto: Istimewa)

Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah (Foto: Istimewa)

Makassar, PANRITA.News – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) menegaskan, dirinya tidak main-main dalam upaya melakukan “pembersihan” para pejabat lingkup Pemprov Sulsel yang diduga atau diindikasikan terlibat korupsi.

Bahkan Gubernur NA mempersilakan kepada pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk masuk ke lingkungan Pemprov Sulsel jika ditemukan adanya indikasi korupsi.

Tak hanya itu, NA juga tak menutup pintu bagi wartawan yang akan melakukan investigasi reporting ataupun kontrol sosial jika ada dugaan korupsi di lingkungan Pemprov Sulsel.

Menurutnya, Dia juga tak akan menghalang-halangi jika pihak aparat, baik KPK, kejaksaan maupun kepolisian melakukan penyelidikan ataupun penyidikan terhadap pejabat pemprov, bahkan kepada keluarga Gubernur dan Wakil Gubernur jika ada indikasi melakukan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).

Kepada wartawan, dia menyatakan tak gentar untuk melakukan “bersih-bersih” di lingkungan pemprov Sulsel, meskipun dibayang-bayangi ancaman “impeachment” atau pemakzulan dari Pansus Hak Angket DPRD Sulsel.

“Bagi saya clean goverment dan good goverment itu memang harus ditegakkan. Saya tak gentar, jika ada pihak-pihak yang tak senang dengan tindakan saya melakukan bersih-bersih, diam-diam melakukan kasak kusuk dengan pihak DPRD ataupun pihak manapun, berusaha menjatuhkan saya.” terangnya.

Upaya Gubernur NA melakukan “bersih-bersih” ini, ditegaskan dengan melakukan pencopotan terhadap sejumlah pejabat pratama di lingkungan Pemprov Sulsel.

Hal itu kemudian diketahui mendapat sorotan dan perlawanan. Bahkan berujung dengan pembentukan Pansus Hak Angket DPRD yang menuding pencopotan sejumlah pejabat tersebut telah menyalahi prosedur.

Ada lima poin yang menjadi dasar pembentukan Pansus Hak Angket ini, salah satunya adalah terkait pencopotan sejumlah pejabat pratama tersebut.

Sebelumnya diberitakan Gubernur NA telah menghadiri panggilan pemeriksaan oleh Pansus Hak Angket DPRD Sulsel.

Tinggalkan Komentar