Kamp PT PP di Papua Diserang KKSB, 1 Anggota TNI Tewas

Kamp PT PP di Papua Diserang KKSB, 1 Anggota TNI Tewas

[Ilustrasi] Anggota TNI korban penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Mapenduma, Kabupaten Nduga, Pratu Laode Madjid dievakuasi ke RSUD Mimika, Papua, Jumat (1/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat.

Papua, PANRITA.News – Aksi baku tembak kembali terjadi antara anggota TNI dengan KKSB (Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata) di Kamp PT PP, Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (20/7/2019).

Akibatnya, seorang anggota TNI meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi mengatakan, peristiwa itu terjadi pukul 12.45 WIT.

Saat itu, anggota TNI sedang melaksanakan pengamanan proyek jembatan Yuguru-Kenyam di kamp PT PP.

“Tiba-tiba gerombolan kelompok Egianus muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter,” Kata Aidi seperti dilansir Bumi Papua, Sabtu (20/7/2019) malam.

“Kejadian itu sangat singkat. Serangan dilakukan dengan tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara hit dan run,” Lanjutnya.

Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran.

Namun karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan demi keamanan.

Pasca penyerangan tersebut, pasukan TNI langsung melaksanakan konsolidasi setempat.

Setelah dilaksanakan pengecekan personel, ujar dia, ternyata satu orang prajurit atas nama Prada Usman Hambelo mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan.

Kejadian tersebut segera dilaporkan ke satuan atas untuk mendapatkan bantuan heli dalam rangka evakuasi.

“Karena satu-satunya sarana angkutan menuju ke TKP hanya dengan pesawat heli,” ucao Aidi.

Karena cuaca hujan di wilayah Nduga, proses evakuasi tidak dapat dilaksanakan hingga Sabtu malam.

Berdasarkan laporan yang diterima pada pukul 14.10 WIT Prada Usaman akhirnya menghembuskan nafas terakhir, akibat luka tembak di bagian pinggang.

Sumber: Bumi Papua/Kumparan |

Tinggalkan Komentar