Formal Sulsel Soroti Kasus Raibnya Dana Dinkes Parepare

Usman, Direktur Forum Komunikasi Alternatif Pemuda (Formal) Sulsel. (Foto: Ist)

Usman, Direktur Forum Komunikasi Alternatif Pemuda (Formal) Sulsel. (Foto: Ist)

Makassar, PANRITA.News – Raibnya dana Dinas Kesehatan (Dinkes) Parepare terus bergulir dan pastinya telah merugikan keuangan Negara.

Namun, Walikota Parepare, H.M Taufan Pawe mengaku tidak terlibat aliran Dana Dinas Kesehatan (Dinkes) sebanyak Rp. 2,9 Miliar sesuai temuan dari hasil pemeriksaan Tim Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR), Senin (10/6/19) lalu.

Bahkan Taufan Pawe berdalih kalau hal itu hanya ulah oknum saja yang ingin merusak organisasi pemerintahan, Taufan Pawe siap melaporkan hal ini ke penegak hukum jika oknum pejabat tersebut tidak mengembalikan uang Negara sesuai hasil perintah tim TP-TGR.

Menilik pernyataan dari Taufan Pawe tentang ketidakterlibatannya dengan aliran Dana Dinas Kesehatan (Dinkes) sebanyak Rp. 2,9 Miliar dengan pergi ke DPRD tidak memperlihatkan dirinya sebagai walikota.

Hal itu mendapat sorotan oleh Forum Komunikasi Alternatif Pemuda (Formal) Sulsel terkait kasus raibnya Dana Dinkes tersebut.

“Sebagai pucuk pimpinan kota Pare Pare, harusnya tetap tenang, bukan malah panik begitu dan segera melapor saja kalau memang tidak terlibat,” tegas Direktur Formal Sulsel, Usman melalui pesan tertulisnya, Selasa (18/06/2019).

Selain itu, Usman juga mengkritik kubu Yasmin yang menyebarkan surat pernyataan terkait penerimaan uang sebesar 1,5 Milliar dari pengusaha Papua, H. Hamzah di Mall Ratu Indah Makassar bulan November 2016 lalu.

Tersebar surat pernyataan mengenai pengambilan dan Penyerahan uang sebesar Rp, 1,5 Miliar kepada H. Hamzah.

“Kepada kubu Pak Yamin bukan hanya melayangkan surat pernyataan saja bahwa Walikota Pare Pare lah yang memberikan perintah untuk membawakan uang tersebut Kepada H. Hamza, tetapi langsung kumpulkan bukti untuk mengungkap agar segera terbongkar dengan secepatnya,” tegas mahasiswa UIN Alauddin Makassar itu.

Lanjutnya, kemudian dari dua kubu yang berseteru memberikan bukti kepada penyidik untuk ditindaklanjuti agar raibnya Dana dinkes tersebut bisa dikembalikan.

“Kepada penyidik yang menangani kasus tersebut untuk bisa secara tegas, dan profesional mengusut dan menangkap segera dalang dari hilangnya Dana Dinkes tersebut,” tambahnya.

“Negara ini kan menjunjung tinggi yang namanya hukum apa lagi aparat yang sudah jelas mengerti hukum. Buktikan bahwa hukum bisa menjerat siapa saja,” imbaunya.

Leave a Reply