Lebih 5.000 Warga Mengungsi, Banjir di Konawe Utara Sultra Mulai Surut

Pantauan udara banjir yang terjadi di wilayah Sulawesi. Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) menyebut sejumlah kabupaten terdampak banjir di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Perkembangan situasi per 9 Juni 2019, banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. (Foto: HandOut/Humas BNPB)

Konawe Utara, PANRITA.News – Kondisi banjir di Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara kini mulai surut, Kecamatan Asera dan Andowia merupakan wilayah yang parah dilanda banjir lantaran terdapat pertemuan dua sungai.

Bupati Konawe Utara, Sulawesi Utara Ruksamin mengungkapkan, banjir yang terjadi di wilayahnya sudah mulai surut. “Mulai surut,” ujar Ruksamin seperti dilaporkan tvOne, Rabu, (12/6/2019).

Dalam penanganan kejadian ini, pihak pemerintah Kabupaten Konawe Utara di antaranya melakukan evakuasi warga. “Kami amankan pengungsi, siapkan bahan makanan juga,” ujarnya.

Menurut dia, banjir besar seperti ini  terakhir terjadi pada 1997 lalu. Namun, banjir kali ini lebih besar dibandingkan pada 1997 tersebut.

Saat ini, pihaknya masih memberlakukan status tanggap darurat hingga 16 Juni 2019 mendatang. “Nanti akan lihat perkembangan lagi kalau 16 Juni belum surut, (tanggap darurat) akan diperpanjang,” ujarnya.

Reporter tvOne melaporkan, lebih dari 5 ribu warga masih bertahan di lokasi pengungsian lantaran banjir yang melanda rumah mereka. Dampak banjir di antaranya, 1.306 rumah dan 11 sekolah terendam.

Kondisi cuaca di lokasi masih diguyur hujan. Penyaluran logistik ke daerah terisolir memakai helikopter. Aktivitas sejumlah warga masih lumpuh. Perkantoran hingga sekolah masih diliburkan.

Sebelumnya, banjir merendam ribuan rumah warga di kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Senin, 10 Juni 2019. Dari enam kecamatan yang terendam banjir, sebanyak 28 desa terisolasi. Sejumlah akses jalan dan jembatan putus menuju ke sejumlah desa.

Tinggalkan Komentar