Jelang Lebaran, Konawe Utara Dilanda Banjir Bandang

Ratusan warga yang bekerja di perusahaan tambang di wilayah Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng), terancam gagal mudik akibat banjir bandang. (Foto: Sultrakini.com)

Konawe Utara, PANRITA.News – Beberapa hari menjelang lebaran idul Fitri 1440 H, Daerah Konawe Utara dilanda banjir bandang, Ketinggian air mencapai 2 meter.

Tim Rescue Basarnas Kendari bergerak cepat untuk langsung memberikan pertolongan. Tim Rescue yang tiba di lokasi banjir langsung melakukan evakuasi terhadap 98 kepala keluarga yang terdampak banjir.

Humas Basarnas Kendari Wahyudi mengatakan, tim Basarnas mulai melakukan evakuasi pada dua desa. Yakni Desa Walalindu sebanyak 23 KK dan Desa Tapuwatu sebanyak 75 KK.

“Hari ini tim kami tiba di lokasi banjir dan sudah menangani warga korban banjir pada dua desa dari sekian banyak desa yang dilanda banjir,” kata seperti dikutip antara, Senin (3/6/2019).

Para korban banjir itu dibawa ke tenda-tenda pengungsian bersama warga lain yang telah lebih dahulu mengungsi. “Sampai hari ini, ketinggian air berkisar 2 meter sampai empat meter pada spot tertentu,” katanya. Tim Basarnas akan terus melakukan evakuasi terhadap warga di beberapa tempat yang masih terisolir.

Banjir di Konawe Utara ini akibat hujan yang terus mengguyur sejak beberapa pekan terakhir di wilayah itu. Berdasarkan identifikasi pihak BPBD Konawe Utara, beberapa lokasi banjir barada di delapan desa yakni Desa Polora Indah, Mopute, Sabandete, Lino Moio, Walalindu, Tapuwatu, Andowia, dan Wanggudu.

Bupati Konawe Utara Ruksamin mengimbau dan menginstruksikan seluruh jajarannya agar fokus melakukan penanganan banjir yang melanda daerah itu. “Memerhatikan kondisi alam di Konawe Utara yang akhir-akhir ini curah hujannya yang sangat tinggi yang bisa berdampak terjadinya luapan air dan bahkan meluasnya banjir besar di beberapa wilayah, maka dengan ini saya instruksikan kepada pihak terkait untuk fokus melakukan penanganan atau siapa melakukan apa,” kata Ruksamin.

Secara khusus, Bupati meminta kepada Kepala BPBD Konawe Utara, Kadis Sosial, Kadis PU, Kadis Perhubungan, Kadis Kesehatan untuk membuat Posko Bersama tingkat Kabupaten, yang berfungsi menerima laporan kebencanaan dan merencanakan terkait berbagai kebutuhan serta memberikan respon dan langkah proporsional secara cepat dan tepat.

Tinggalkan Komentar