Dagelan Intervensi Politik MN KAHMI Dinilai Kader HMI Bersifat Kekanak-kanakan

PANRITA.News – Intervensi pimpinan MN Kahmi untuk menggulingkan Ketua Umum “Respiratori Saddam Al Jihad” hasil Mandataris Konggres dan digantikan dengan mengakui sodara Arya Kharisma hady sebagai PJ ketua umum yg telah di Rusafele dari kepengurusan pasca pleno 1 PB HmI di lampung. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan restorasi isu amoral yg beredar di tengah tengah upaya penggulingan tersebut. Dan segala sesuatu yg di lakukan sesungguhnya berkaitan dengan usaha mempromosikan kepentingan politik 2019.

Arogansi MN Kahmi yang kekanak-kakanakan tampak secara reaktif saat mengeluarkan surat edaran serta instruksi kepada seluruh jajaran pimpinan kahmi di tingkat wilayah dan juga Daerah supaya mengakomodir salah satu kubu yg tengah bersitegang di tingkat pengurus besar.

Tentu nya kalau kita telaah lebih jauh ini merupakan bentuk pengabaian terhadap ketua umum cabang senusantara yg secara syah memegang mandat dalam pengangkatan Saddam al jihad sebagai ketua umum PB HMI kala konggres Ambon.

Dengan motivasi perhatian yg sama yg telah memotifasi terjadinya intervensi MpK memakzulkan pemegang sah Mandataris sama halnya menempatkan kepentingan MPk dan MN Kahmi di atas kepentingan cabang-cabang sebagai pemegang mandat yg di atur dalam Konstitusi .

Bahwa kesan tersebut tak dapat di sangkal kalau MN Kahmi memiliki kecendrungan untuk terlibat dalam konflik internal PB HMI. Bukanlah rahasia lagi dalam hampir setiap kejadian, intervensi perubahan Rezim dalam pemilihan Umum di setiap dekade telah di motivasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh pertimbangan komersial dan di lakukan untuk memulihkan dan juga melindungi ke unggulan kepentingan politik praktis. Dalam banyak kasus, intervensi membuka jalan bagi instalasi kediktatoran tumbuh subur pada masa – masa yang akan datang.

Setiap periodisasi menjelang dan pasca pemilu, dagelan konflik PB HMI selalu ada singgungan dengan politik dan Kecenderungan politik Kanan atau kiri yang dilakukan Kahmi berimbas pada intervensi politik Kahmi terhadap HMI, secara tidak sadar Kahmi melunturkan Marwah Kahmi itu sendiri dan menegasikan Marwah Kongres, ada apa dengan KAHMI?, di beberapa MD KAHMI juga mempertanyakan dagelan intervensi politik MN KAHMI terhadap simbol HMI, yaitu Ketua Umum yang sah diangkat aklamasi oleh seluruh cabang Se Indonesia. Banyak yang menilai bahwa dagelan Intervensi Politik Kahmi kekanak-kanakan.

Leave a Reply