Kemendikbud Dukung Bunda PAUD Boyong Guru se-Sulsel ke Jepang

Makassar, PANRITA.News – Sekjend Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Didik Sukardi mendukung, penuh tujuan Bunda Paud Sulawesi Selatan (Sulsel), Liestiaty F Nurdin, untuk memboyong guru se-Sulsel ke negeri sakura.

“Kami mendukung tujuan bunda paud untuk pengembangan wawasan ke Jepang, karena memang disana negara maju tentu, kita harus mengambil rujukan dari sana,” ungkap Didik Sukardi dalam sambutannya, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (16/2/2019).

Didik Sukardi mengaku, untuk biaya keberangkatan tim pengajar ke Jepang sudah disediakan oleh Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel. Olehnya itu kata Didik Sukardi kedepan pemerintah kabupaten dan kota harus saling sering antara satu sama lain.

“Ibu bunda paud itu kan sudah menyampaikan ada biaya dari Dinas Pendidikan Sulsel. Kita harapkan memang seperti itu, jadi tidak mungkin semuanya dibiayai dari pusat, jadi harapannya juga ada kontribusi biaya dari pemerintah provinsi maupun dari pemerintah kabupaten kota. Saya kira  tadi bisa disering dengan pemerintah kabupaten kota,” jelasnya saat ditemui Panrita.News

Ditempat yang sama, Bunda Paud yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Liestiaty F Nurdin menyampaikan, beberapa program dihadapan mentri kabinet pemerintahan Joko Widodo dengan Jusuf Kalla.

“Kami memiliki beberapa program dalam rangka mengakselerasi pembangunan pendidikan Sulsel secara umum dan terkusus bidang pendidikan anak usia dini, unsur guru dan tenaga pendidikan. Untuk tahun 2019 kami fokus kepada tingkat paud,” kata Liestiaty.

Mantan Ketua TP-PKK Kabupaten Bantaeng ini juga berharap, bisa menjalin kerjasama dengan seluruh bunda paud kabupaten kota se-Sulsel dalam mengirim tenaga pendidikan untuk mengikuti studi wawasan di berbagai tempat.

“Jadi saya dari awal setelah terpilih menjadi bunda paud Provinsi, saya meminta kepala Dinas Pendidikan untuk bisa satu guru saja satu kabupaten kota.  Ayo kita membuka wawasan mereka khususnya di Jepang,” jelasnya.

Alasan memilih negara Jepang sebagai tempat studi wawasan untuk para guru dari seluruh kabupaten kota se-Sulsel, karena memang dirinya sudah 6 tahun lebih tinggal di negeri sakura itu.

“Saya melihat disana, tidak ada anak-anak yang buli, tidak ada anak-anak begal, mereka saling menghormati dan melindungi. Makanya saya bilang ayo dong kita sisipkan dana sedikit saja untuk satu guru satu kabupaten, kita tinggal satu Minggu aja disana, lihat sistem mereka, kita lihat program mereka supaya ada yang mereka bisa bawa pulang dan diajarkan serta disosialisasikan ke guru-guru yang lain di kabupaten masing-masing,” urai istri Nurdin Abdullah itu.

Olehnya itu, dirinya berharap Sekjen Kemendikbud RI bisa mensupport agenda itu. Sebab menurutnya, sejauh ini Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel sudah menyediakan sebagai dana untuk keberangkatan di Jepang.

Untuk diketahui, kehadiran Sekjen Kemendikbud RI di Sulsel didampingi dua Dirjen dan 8 orang pejabat eselon dua dan akan berada selama dua hari di Sulsel bersama Menteri Mendikbud RI. 

Tinggalkan Komentar