Smelter Bantaeng Akhirnya Diresmikan Nurdin Abdullah

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah saat meresmikan PT. Huandi Nickel Alloy Indonesia atau Smelter, Kabupaten Bantaeng. (Panrita News/ Abdul Latif).

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah saat meresmikan PT. Huandi Nickel Alloy Indonesia atau Smelter, Kabupaten Bantaeng. (Panrita News/ Abdul Latif).

Bantaeng, PANRITA.News –  Akhirnya PT. Huandi Nickel Alloy Indonesia, Kabupaten Bantaeng diresmikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah yang didampingi Ketua DPRD Sulsel H. M Roem, Bupati Bantaeng Ilhamsyah Azikin, dan sejumlah pejabat lainnya.

PT. Huandi Nickel Alloy Indonesia atau dikenal dengan nama Smelter Bantaeng ini resmi dibuka secara resmi oleh orang nomor satu di Sulsel itu, dan disaksikan secara langsung, Anggota DPR RI Aliah Mustika Ilham, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Kepala Bagian Bea dan Cukai Wilayah Sulawesi Bagian Selatan.

Hadir juga, Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo, Ketua DPRD Kota Makassar, Bupati Bulukumba, Wakil Bupati Bantaeng.

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah menceritakan, bagaimana pada saat awal membangun komunikasi dengan Komisaris Utama  PT. Huandi Nickel Alloy Indonesia, sehingga bisa beroperasi sampai hari ini.

Menurutnya, saat dirinya menjabat sebagai Bupati Bantaeng semua tamu dijemput mulai dari bandara, hingga memasuki Kabupaten Bantaeng untuk meninjau langsung lahan yang saat ini ditempati untuk membangun perusahaan Nickel yang dioperasikan hari ini, Sabtu 26 Januari 2019.

“Dengan ini PT. Huanda Nickel Alloy Indonesia kita buka secara resmi,” ungkap Nurdin Abdullah, dalam sambutannya, yang disambut dengan tepuk meriah dari seluruh, tamu undangan.

Terpisah, Komisaris Utama dan Direksi PT. Huanda Nickel Alloy Indonesia, Amir Jao mengaku, setelah peresmian ini, akan melakukan produksi hingga 6000 ton pertahunnya. Tahap pertama akan melakukan produksi sebanyak 2000 ton.

“Tahap kedua kita akan mulai pada pertengahan tahun ini dengan kapasitas produksi 2000 ton pertahun,” ungkap Amir Jao, dalam sambutannya, di Kabupaten Bantaeng.

Menurutnya, di PT asal China ini mengerjakan sekitar 600 karyawan dibidang masing-masing. 

“Untuk selanjutnya PT ini akan membangun Industri Senritik juga, PT. Huandi Nickel Alloy Indonesia ini telah memperoleh fasilitas kawasan perikat yang telah diberikan oleh Kementerian Keuangan, melalui kanwil Bea dan Cukai dalam rangka peningkatan SDM juga,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar