Dorong Laju Ekspor, Wagub Sulsel Siap Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman akan mendorong laju eskpor dengan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, dan 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Hal tersebut diungkapkan saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2019 di Ballroom The Ritz Carlton Jakarta. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK optimistis tahun ini perekonomian dan sektor jasa keuangan berada dalam tren perbaikan dengan challenge yang tentu lebih banyak lagi.

Pihak OJK menjelaskan tren pertumbuhan yang positif telah dilewati dengan berbagai indikator mulai pertumbuhan ekonomi hingga laju inflasi. Perekonomian tumbuh di angka 5,3 persen dengan inflasi yang terjaga relatif rendah di level 3,5 persen.

Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, kolaborasi perlu dilakukan untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi. Dan untuk Sulawesi Selatan telah meletakkan pondasi yang baik.

“Kita perlu berkolaborasi untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi dan menggalakkan investasi serta meningkatkan laju ekspor,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman, Sabtu (12/1/2019).

Pondasi tersebut, terutama pada persiapan peningkatan ekspor dengan hadirnya direct call port dari Makassar ke Asia, Amerika serta Eropa. Dari sebelumnya harus transit ke Surabaya terlebih dulu.

Hal ini telah memicu peningkatan ekspor langsung ke luar yang bisa mereduksi cost (biaya) pengiriman hingga $200-500 per kontainer tergantung destinasi ekspor.

“Intinya penyampaian Pak JK bagaimana kita berkolaborasi menatap 2019 lebih baik lagi dari 2018. Serta, menjaga keseimbangan ekspor terhadap impor, ekonomi mikro terhadap makro,” kata Andi Sudirman.

Lanjutnya, serta bagaimana posisi pemerintah sebagai regulator yang baik bagi pelaku ekonomi yang berkeadilan dan seimbang.

Andi Sudirman, menyampaikan optimis selalu ada, selama kebijakan tepat dan hadir kerjasama lintas sektor. Hal ini juga didukung oleh pemerintah telah memberi kebijakan khusus kepada pelaku ekonomi mikro, agar posisinya tidak menjadi pelaku yang mensubsidi pelaku ekonomi makro. 

“Serta mendukung pembangunan infrastruktur untuk menekan cost produksi. seperti pelabuhan, jalan dan lain-lain. Agar dapat memicu investasi serta menghasilkan produk dalam negeri dengan nilai komersial berdaya saing dengan produk luar,” sebutnya.

Sebelumnya, JK dalam sambutannya, mengatakan, bahwa memasuki tahun baru semua harus penuh optimisme, harapan, kegembiraan meski terdapat tantangan.

JK menyampaikan, Indonesia memiliki pengalaman di jasa keuangan yang harus menjadi guru dan pelajaran yang baik, serta  krisis moneter tahun 1997-1998. OJK juga dimintanya untuk melakukan pengawasan dengan lebih hati-hati dan lebih ketat lagi.

Leave a Reply