Kotak Suara Pakai Kardus Kok Malu, Harusnya Kita Bangga

Multazan (Penggagas Rumah Aspirasi Masyarakat RAM 411)

Multazan (Penggagas Rumah Aspirasi Masyarakat RAM 411)

Oleh: Multazan, SH 
(Penggagas Rumah Aspirasi Masyarakat RAM 411 dan Calon Legislatif Partai Golkar Daerah Pemilihan 3 Kota Makassar Nomor Urut 11)

Fenomena Berita Kotak Suara berbahan kardus pada Pemilhan Umum 2019 mendatang, dalam beberapa hari terakhir ini memenuhi beranda facebook,  meme,  dan lain sebagainya,  gambaran tersebut bahwa seakan ada kekhawatiran publik terhadap penyelenggara pada pemilu serentak tanggal 17 April 2019 yang tidak pada Asas kepemiliuan,

Bahkan ada  oknum berani mengatakan untuk menunda pesta demokrasi sekali dalam lima tahun ini,  padahal kardus bukan satu satunya subtansi dalam prosesi pemilu.

Walau menjadi syarat keabsahan namun penulis ingin menekankan  bahwa pada pelaksanaan pemilu serentak ini tahapan demi tahapan sudah dilalui,  keputusan bersama  baik itu pleno maupun Rancangan UU atau ataupun turunan PKPU,  semua lini di libatkan,  khususnya  para peserta pemilu,  (parpol)  pemerintah, lembaga lainya,  serta penyelenggara bawaslu,   demikian  KPU berani mengambil keputusan tersebut,   menyepakati kotak suara berbahan dasar kardus kedap Air menjadi solusi untuk pemilu serentak kali ini, 

Penyerapan anggaran, tunduk dan patuh terhadap UU,  serta peraturan kpu syarat mutlak yang harus dijalankan.

Alasan muda rusak sebab tidak lebih kuat dari Pendahulunya yakni Aluminium,  gampang jebol dan manipulasi, ganti surat suara, semua menjadi kalimat yang sulit memberikan pemahaman baginya, sehingga kotak suara itu ditolak dan menjadi bahan guyonan.

sedih melihat mereka yang beranggapan seperti itu, 

terlebih lagi dengan membanding-bandingkan antar negara, dikala negara lain pada pemilu gunakan kotak dari besi,  negara kita mala ganti kardus.

It’s Okay, akan tetapi perlu dipahami bersama dibalik kardus penulis melihat  Ada pesan yang tersirat maknanya, Bangsa ini mulai banyak berbenah dan bergeser, salah satunya dengan adanya keputusan KPU menggunakan bahan karus untuk kotak suara itu.

Penulis kira itu merupakan gambaran bahwa pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019 kali ini,  yang perlu dibentengi bukanlah Kotak Suara berbahan Almunium ataupun baja atau bahkan kardus yang menjadi viral saat ini, melainkan menurut penulis adalah sumber daya mansuia (SDM) dalam hal ini penyelenggara dan peserta Pemilu yang mesti memiliki integritas, akuntabilitas,  Transparansi,  jujur,  adil,  rahasia,  mandiri  Nasional,  dll yang dapat menjadikan kotak kardus tersebut seketika mengubah kuatnya menjadi lapisan  Baja yang sulit untuk ditembus, bahkan anti peluru.

Olehnya itu, Harusnya Kita  ini bangga karena KPU sudah menunjukan cara transformasi Akhlak moral lewat pesta demokrasi, Begitu juga sebaliknya,  walau  kotak suara terbuat dari bahan brankas baja akan dengan mudah dijebol karena pemegang kunci bermental kardus, 

Beri mereka ruang (KPU), kesempatan dengan tetap menjaga independisinya dan mari kita doakan bersama agar KPU dapat melaksanakan dan menyelesaikan amanah dan tetap konsisten serta melibatkan masyarakat untuk ikut andil dalam mengawal proses demokrasi kali ini,

dengan semua itu meski dengan kotak suara kardus, pastinya akan melahirkan pemilu yang sukses berkualitas yang sama-sama kita harapkan berssama, Amin

dan setelah semua itu selesai, Akhir April 2019 mendatang Insya Allah,  Bangsa Ini akan mendapat pujian dari negara-negara lain dengan melihat bagaimana demokrasi  berjalan sesuai dgn harapan masyarakat.

sekali lagi tata letak dari kesuksesan pemilu nantinya ada pada penyelenggara yang bermental Baja bukan pada kotak suara,  Mari bergandengan tangan mengawal demokrasi.

#Rakyat Berdaulat Negara Kuat

Makassar, 19 Desember 2019

Leave a Reply