Tokoh Muda Mallawa Dorong Sistem Antrian Online di Disdukcapil Maros

Maros, PANRITA.News – Keluhan warga di Kecamatan Mallawa terkait pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Maros beberapa waktu lalu dianggap kurang maksimal. Keluhan warga itu ditanggapi oleh tokoh masyarakat kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros.

Warga mengeluhkan nomor antrean yang dibatasi oleh petugas. Seorang warga Mallawa, Rahim mengatakan, dua hari terakhir ia dari Mallawa ke kantor Disdukcapil untuk mengurus KTP. Namun saat sampai di lokasi, nomor antrean sudah habis, sementara warga menempuh perjalanan sekitar 60 KM dari tempat tinggalnya.

Rudihartono, tokoh masyarakat yang juga tokoh kepemudaan kecamatan Mallawa mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros yang baru saja meraih penghargaan tertinggi pelayanan publik harus memiliki solusi cerdas menjawab keluhan masyarakat.

Rudi yang merupakan penggiat IT itu mengungkapkan, bahwa Pemkab yang selama ini menerapkan sistem pemerintahan dan evaluasi ASN secara digital, seperti absensi, pelaporan keuangan, dll, juga harus menerapkan pada layanan publik disemua lini, seperti halnya pengambilan nomor antrian di Disdukcapil secara online baik berbasis web maupun android.

” Saya kira jika pengambilan nomor antrian bisa dilakukan secara online , permasalahan warga yang seperti ini bisa diminimalisir, masyarakat tentu punya kepastian waktu perekaman. Khusus masyarakat yang jauh seperti Mallawa, Camba, Cenrana, dan lainnya sistem ini akan menjadi solusi, secara teknis saya yakin Disdukcapil punya cara yang efektif untuk itu ” ungkap Rudi melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, (8/12/2018).

Menurut Rudi, penerapan sistem antrian secara online pada layanan publik memiliki manfaat yang sangat banyak bagi masyarakat. Bisa menunggu dimana saja, memangkas waktu tunggu, dilayani tepat waktu, waktu tunggu bisa dialihkan untuk kegiatan produktif atau yang lainnya.

Rudihartono, yang juga calon legislator dari Partai Nasdem itu juga mengaku pernah merasakan dunia pemerintahan selama 16 tahun sebelum mundur dengan hormat sebagai PNS. Ia mengaku paham terkait hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan publik yang menjadi kebutuhan masyarakat.

” Kedepan kami berharap bukan hanya Di Disdukcapil sistem antrian online bisa di terapkan, tetapi juga di pelayanan publik lainnya, termasuk RSUD Salewangang yang selama ini sering di protes pasien dan warga” imbuhnya.

Comment