Bandingkan Siaran Dua Stasiun TV Nasional, Fadli Zon: Tanya Mengapa

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon

Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon kembali membuat cuitan kritik di akun twitter nya @fadlizon. Kali ini, Politisi Gerindra itu membandingkan antara siaran stasiun TV swasta TVOne dan MetroTV, Minggu (2/12/2018).

Fadli membandingkan konten siaran dengan postingan dua foto siaran kedua TV tersebut. Nampak dalam foto tersebut menyiarkan berita pada Minggu, (2/12/2018) dengan jam yang sama yaitu pukul 06.29 WITA.

Siaran TVOne dalam foto tersebut menyiarkan siaran langsung suasana Reuni 212 di Monas, sedangkan MetroTV menyiarkan diskusi bertema “Tuntutan Mundur Edy dari Ketum PSSI” di Studio MetroTV.

Foto yang diposting itu dikomentari Fadli dengan caption:

Di jam yg sama, @tvOneNews menyiarkan Reuni Aksi Damai 212 dmn peserta aksi sudah padati pelataran Monas, tapi @Metro_TV tdk memberitakannya. Tanya mengapa.

Sontak cuitan Fadli itu mengundang komentar beragam dari netizen, baik yang pro maupun kontra. Berikut beberapa komentar yang dikutip:

@sebentaryadi: “bapak fokus reuni aja.. urusan hak siar kan gimana yg punya kerjaan~ bapak beli aja tu @Metro_TV kalo mauu”

@Adhelan5:Karna tv one memang beda
Dan karna metro tv tau gk ada kuliah kok reuni 😂”

@sautregar: “Bisa juga dibalik, Di jam yg sama, @Metro_TV membahas kapan pak Edy mundur,  rp @tvOneNews menyiarkan Reuni Aksi Damai 212 dmn peserta aksi sudah padati pelataran Monas,  Tanya mengapa”.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga sempat mengeluarkan surat edaran memboikot Metro TV karena dianggap melakukan pemberitaan yang tak menguntungkan pihaknya. Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso mencontohkan, hal tersebut terjadi dalam salah satu siaran talkshow di Metro TV.

Ketika itu, terdapat beberapa pendapat warganet yang ditautkan dalam acara talkshow tersebut. Pendapat warganet yang dipilih, lanjutnya, lebih banyak menyudutkan pihak Prabowo-Sandiaga.

“Karena merugikan tim saya, tidak sehat,” kata Djoko di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Ferry Juliantono juga menyatakan alasan serupa atas boikot ini. Ferry merasa Metro TV kerap merugikan Prabowo-Sandiaga, misalnya, membuat tema dan membangun format yang kurang menguntungkan mereka.

Contoh yang lain yakni ketika tim Metro TV mengabaikan usulan narasumber yang akan diundang wawancara ke suatu program. Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai ada tayangan wawancara Metro TV yang menyudutkan calon presidennya.

Atas tudingan tersebut, Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun menampiknya.

“Metro TV memegang teguh prinsip jurnalistik tentang obyektivitas yang berbasis pada fakta dan peristiwa yang sesungguhnya terjadi,” kata Don Bosco seperti dikutip Tempo.co.

Menurut dia, medianya tidak pernah dan tidak diperbolehkan memanipulasi data, fakta, peristiwa, dan opini yang terjadi. Metro TV juga menghadirkan narasumber yang berimbang dalam wawancara atau program bincang politik.

Comment