Singgung Lanskap Politik Global, Jokowi: Pak Tito Karnavian Harus Netral

Jakarta, PANRITA.News – Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan pada Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Sumatera Selatan di The Sultan Conventional Center, Palembang, Minggu (25/11/2018).

Pada kesempatan itu, Jokowi bicara soal strategi pemenangan untuk dirinya di Pilpres 2019. Dia bercerita tentang kekalahan David Cameron saat referendum Brexit di Inggris serta Hillary Clinton di pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Menurut Jokowi, lanskap ekonomi dan politik global berubah sangat cepat.

“Lanskap ekonomoi global sudah berubah, lanskap politik juga berubah, lanskap sosial dan budaya juga sedikit-sedikit mulai berubah. Dengan adanya media sosial, keterbukaan, bukan hanya lanskap ekonomi dan politik global saja yang berubah, tetapi lanskap politik nasional, daerah juga berubah,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengaku pernah bertanya langsung kepada David Cameron terkait dengan refrendum Brexit di Inggris. Saat itu David Cameron yang menjabat sebagai PM Inggris yakin dirinya menang dalama pemilihan tersebut. Namun, kenyataannya kalah.

“Apa yang saya lihat? Misalnya di Inggris, 3 minggu sebelum referendum Brexit, saya ketemu dengan perdana menteri yang lama David Cameron, saya tanya kepada PM Cameron, menang atau kalah. Dia jawab menang besar. Tapi kalau kalah tetap menang tapi kecil. Artinya pasti menang. Itu 3 minggu sebelum pemungutan suara,” tambah Jokowi.

“Apa yang terjadi? Akhirnya David Cameron kalah. Saya sudah dengar sebetulnya 50:50, tapi dia sangat optimis menang besar atau kalah tapi tetap menang tipis,” sambung Jokowi.

Lebih lanjut, dia juga berkaca dari kekalahan Hillary Clinton saat pemilihan Presiden AS. Saat itu hampir semua survei menyatakan bahwa rival Hillary yakni Donald Trump akan kalah. Namun kenyataannya berbeda.

“Semua survei bilang Donald Trump kalah, tapi kejadiannya Hillary kalah dan Donald Trump menang. Inilah lanskap politik global yang berubah. Ini yang harus diwaspadai,” katanya.

Jokowi menjelaskan, yang ingin dia sampaikan adalah perubahan lanskap politik global itu juga akan berpengaruh pada lanskap politik nasional maupun daerah di Inonesia.

“Apa yang ingin saya sampaikan? Itu juga akan berpengaruh pada lanskap politik nasional dan daerah. Hati-hati. Perubahan-perubahan ini harus mulai diwaspadai. Tidak bisa lagi sekarang hanya pasang baliho sebanyak-banyaknya di kota atau kabupaten atau provinsi, tidak bisa. Serangan udara tidak bisa lagi, hanya mempengaruhi persentase kecil sekali,” katanya.

Meski demikian, dia yakin apa yang dia kerjakan akan membuahkan hasil yang baik di kemudian hari. Jokowi juga menyebut beberapa nama tokoh Sumsel yang mendukung dirinya.

“Saya optimis. Saya itu bekerja selalu dengan optimisme, apalagi di Sumsel sudah bergabung Pak Syahrial Oesman, Pak Alex Noerdin dan Pak Herman Deru. Belum tambahan lain lagi. Ada Pak Budi Karya Sumadi, orang sini loh. Ada Pak Erick Thohir juga dari sini,” jelas Jokowi sambil ditayangkan slide foto-foto tokoh Sumsel. Foto Tito juga terlihat salah satu yang ditampilkan.

“Pak Tito Karnavian juga dari sini, tapi beliau nggak usah saya sebut. Kalau saya sebut keliru nanti. Beliau harus netral. Beliau sebagai Kapolri harus netral. Sekali lagi, kerja optimis itu sangat perlu,” jelas Jokowi.

Tinggalkan Komentar