Menpan Akan Umumkan Sistem Pengisian Formasi Kosong CPNS

Jakarta, PANRITA.News – Kepala Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Suwardi jelaskan cara pengisian formasi kosong CPNS 2018. Hal ini ditempuh Panselnas lantaran banyak peserta yang saat ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Suwardi mengatakan, rapat Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) terkait formasi CPNS 2018 masih berlanjut. Namun, belum ada keputusan dalam rapat tersebut.

Suwardi pun memberi waktu perkiraan kapan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Menpan), Syafruddin akan mengumumkan kepastian hasil rapat Panselnas terkait cara pengisian formasi CPNS 2018 yang kosong.

“Rapat Panselnas masih berlanjut. Belum ada keputusan sih tapi kayaknya belum.” kata Suwardi

“Mungkin hari Rabu atau Kamis,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haria Wibisana membocorkan cara isi formasi kosong CPNS 2018 akibat peserta gugur massal di ujian SKD.

Cara pengisian formasi tersebut memang belum diumumkan secara resmi. Namun beberapa kali Haria telah membocorkannya.

Cara yang dipakai adalah menggunakan sistem ranking dari peserta yang gugur karena satu soal dalam tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 dan tidak masuk passing grade.

Sehingga, panitia akan mengambil peserta yang lulus passing grade untuk dirangkingkan dalam suatu formasi jabatan.

Apabila setelah proses tersebut masih ada formasi yang kosong akibat jumlah peserta lolos passing grade jumlahnya sedikit, panitia akan merangking seluruh peserta berdasarkan nilai total.

Peserta yang akan diambil adalah peserta yang memiliki nilai total tertinggi sesuai dengan banyaknya formasi kosong.

Diketahui, jumlah peserta Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) hanya tiga kali dari kuota.

Sehingga apabila kuota yang akan diterima hanya satu, jumlah peserta yang boleh mengikuti SKB hanya tiga.

Para peserta yang nilainya di tiga jenis soal SKD melewati passing grade akan didahulukan untuk mengisi kuota formasi untuk SKB.

Mereka yang diambil untuk mengikuti perankingan disebutkan di berbagai sumber, hanya yang memiliki skor terendah 260.

Artinya yang memiliki skor di bawah 260 tak akan dimasukkan untuk ikut perankingan.

Dari hal tersebut, memungkinkan adanya kerugian bagi peserta lulus SKD ketika Panselnas mengambil keputusan perankingan tanpa mengubah beberapa ketentuan lain.

Hal itu disebabkan karena di setiap instansi, penilaian SKD dan SKB dilakukan secara terintegrasi.

Artinya nilai skor SKD dan SKB akan diperhitungkan atau diintegrasikan untuk menentukan kelulusan akhir menjadi CPNS 2018 sesuai jumlah yang dibutuhkan.

Misalnya, ada instansi yang memberikan bobot penilaian terhadap SKD sebesar 40 persen untuk memengaruhi kelulusan akhir.

Sementara SKB yang memiliki bobot 60 persen diperhitungkan saat integrasi nilai SKD dan SKB untuk menentukan kelulusan akhir.

Artinya mereka yang memiliki skor lebih tinggi di SKD akan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memenangkan persaingan dalam integrasi nilai kelulusan akhir.

Padahal dengan sistem perankingan yang diterapkan untuk mengisi formasi kosong, maka mereka yang memiliki nilai skor tinggi tapi tak lulus passing grade, akan masuk ke tes SKB.

Sehingga pada akhirnya mereka yang murni lulus passing grade tetapi skornya tak terlalu tinggi akan dikalahkan juga oleh mereka yang memiliki skor tinggi tapi tak lulus pasing grade secara murni.

Namun berbagai pihak di KemenpanRB dan BKN menjamin Panselnas akan mengeluarkan keputusan formasi kosong dengan sistem pengisian yang paling adil.

Tinggalkan Komentar