Blackout di Sulsel, Nurdin Abdullah Sebut Ada Sabotase

Makassar, PANRITA.News – Sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat hingga kemarin belum juga normal setelah mengalami blackout atau pemadaman total sejak Kamis (15/11/2018).

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat dihubungi terkait kondisi tersebut mengaku heran karena di wilayahnya yang surplus daya listrik tersebut bisa mengalami pemadaman listrik total.

“Blackout di Sulsel itu gimana? Kenapa bisa blackout, ya? Orang menderita semua itu. Iya. Padahal, kita surplus 500 megawatt (MW). Cuma kok blackout,” seru Nurdin heran.

Saat ditanya laporan pihak PLN ke Gubernur Sulsel, penyebab pemadaman listrik tersebut, Nurdin menjawab, “Katanya ada sabotase atau apa ya? Lagi ditelusuri,” ucapnya.

Hanya, lanjut Nurdin, PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat meneruskan kepada dia, listrik sudah mulai normal dan sore ini dijanjikan kondisi kelistrikan sudah pulih.

“Namun, saya mau panggil dulu PLN, mau suruh ngecek semua, harusnya sebelum ada pemadam­an, ada penyampaian, tapi ini saya tidak tahu gimana,” tegas Nurdin, Jumat (16/11).

General Manager PT PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat, Bambang Yusuf, mengaku tidak pernah melaporkan kepada Gubernur mengenai adanya sabotase. “Nggak ada sih, setahu kita nggak ada sabotase. Ya, nggak tahu ya, kita nggak ada statement sabotase. Murni teknis gangguan,” jelasnya.

Mengenai pemulihan aliran listrik secara keseluruhan, Bambang menyatakan pihaknya memperkirakan pada malam ini (Jumat) semua sudah kembali normal. “Kita perkirakan mungkin sore ini belum, mudah-mudahan nanti malam,” pungkasnya.

Sebelumnya, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi Purnomo Iskak menjelaskan, sejak pukul 07.40 Wita, pasokan daya masuk dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan ialah 400 MW dan hingga siang hari, pasokan daya masuk di Sistem Sulawesi Bagian Selatan sudah meningkat menjadi 470 MW.

“Saat ini sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan sudah normal 60% dan kami memohon doa agar malam ini sistem kelistrikan Sulawesi bagian selatan sudah pulih. Kami mengu­capkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Purnomo.

Dijelaskan, penyebab listrik padam tersebut ada tiga, yaitu gangguan akibat cuaca buruk di Transmisi Line Makale – Palopo. Lalu gangguan di Transmisi Line 275 kV Poso – Latuppa disebabkan malafungsi.

“Ketiga disebabkan karena pembangkit lepas di Punagaya, yang mengakibatkan pembangkit lainnya seperti PLTA Poso dan PLTA Bakaru, terjadi under frequency,” pungkas Purnomo.

Sumber: Media Indonesia |

Leave a Reply