Keren! Dua Siswa ini Ciptakan Robot Pendeteksi Korban Bencana

Keren! Dua Siswa ini Ciptakan Robot Pendeteksi Korban Bencana

Keren! Dua Siswa ini Ciptakan Robot Pendeteksi Korban Bencana

Solo, PANRITA.News – Dua Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Solo, Jawa Tengah, Amadeo Ahnaf (kelas XI IPA 1) dan Salma Sonia Jnaina Sagiri (siswi kelas XI IPA 2), berinovasi membuat robot untuk membantu tim SAR atau sukarelawan bencana dalam mencari korban selamat dengan menciptakan robot evakuasi yang diberi nama The Survivor.

Robot tersebut mampu mengidentifikasi posisi korban yang masih hidup di lokasi bencana menggunakan sensor yang bisa mendeteksi suhu tubuh.

Kendati korban tertimbun reruntuhan dengan radius tujuh meter. Suhu tubuh yang mampu terdeteksi robot ini adalah 30-40 derajat celcius.

“Dengan kemampuan tersebut robot ini bisa membantu tim evakuasi menemukan korban selamat pasca bencana. Korban jiwa bisa diminimalisir kalau keberadaan korban selamat bisa cepat diketahui menggunakan robot ini,” kata Salma, Rabu (7/11).

The Survivor dilengkapi alat ultrasonic sensor SRF05, adafruit AMG8833IR Thermal Camera, kompass sensor HMC5883L, IC2560 board with arduino mega 2560, standar servo, rover 5 robot chassis, dan 800mAh Li-Pro Batterai 12 V.

Cara kerja robot, kata dia, berjalan menggunakan baterai mencari suhu tubuh manusia dengan sensor. Setelah mendeteksi suhu tubuh manusia korban bencana, robot langsung menggeluarkan bunyi dan menandai posisi korban selamat yang tidak terlihat dengan melempar alat kompas.

“Tim evakusi langsung bisa menolong korban selamat sesuai petunjuk robot ini. Robot ini bisa menjadi solusi tim evakuasi yang selama ini kesulitan mendeteksi keberadaan korban selamat pasca bencana,” kata dia.

Guru fisika dan pendamping robotik MAN 1 Solo, Prihantoro Eko Sulistyo, menjelaskan inovasi robot The Survivor masuk juara tiga kompetensi robotik tingkat nasional yang diadakan Kementerian Agama pada tanggal 3-4 November 2018 di Kota Depok, Jawa Barat, dengan predikat The Best Origional Idea. Tema kompetisi ini adalah Mitigasi Bencana.

“Kita hanya butuh waktu sebulan untuk merakit robot ini. Merakit robot ini menelan biaya Rp7 juta. Alat yang paling mahal adalah alat sensor tubuh manusia dan roda robot,” kata Eko.

Tinggalkan Komentar