‘Tampang Boyolali’ Seret Nama Prabowo Subianto Ke Meja Polisi

Jakarta, PANRITA.News – Guyonan dalam pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang ‘Tampang Boyolali’ di Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (30/10) lalu berbuntut panjang dan berujung pada laporan polisi di Polda Metro Jaya.

Seorang warga Boyolali bernama Dakun (47) melaporkan Prabowo karena merasa tersinggung dan terhina atas ucapan Prabowo soal ‘tampang Boyolali’.

Dakun mendatangi SPKT Polda Metro Jaya dengan didampingi oleh kuasa hukumnya Muannas Alaidid. Dengan menggunakan peci hitam dan kaus merah bergambar Garuda, Dakun pun membuat laporan polisi tersebut.

Dakun mengaku dirinya merasa telah dilecehkan dengan ucapan yang disampaikan oleh Prabowo. Kata-kata Prabowo itu ia sebut seolah-olah menyatakan jika warga Boyolali miskin dan tidak pernah masuk mal dan hotel.

Dakun yang berasal dari Kecamatan Teras, Boyolali itu menuding Prabowo lupa jika banyak tokoh dan pahlawan Nasional yang berasal dari Boyolali seperti Profesor Doktor Soeharso yang lahir di kota tersebut.

“Jadi saya sebagai warga Boyolali merasa tersinggung dengan ucapan Pak Prabowo bahwa orang Boyolali itu terkesan miskin dan tidak pernah masuk mal atau hotel, padahal yang namanya hotel di Jakarta ini saya sendiri contohnya sering [ke hotel dan mal],” ujarnya, Jumat (2/11).

Prabowo secara bercanda mengatakan “Tampang Boyolali” mungkin tak pernah memasuki hotel mewah di Jakarta.

Laporan tersebut diterima dengan Nomor : LP/6004/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 2 November 2018.

Dalam laporan itu, Prabowo diduga mendistribusikan informasi elektronik yang bermuatan kebencian.

Dalam laporan itu juga dia dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45A ayat 2 UU RI Nomor 19 tentang ITE dan atau Pasal 4 huruf b angka 2 Juncto Pasal 16 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.

Tinggalkan Komentar