Rebutan Medan Debat Capres; Dahnil Usul di Kampus, Antoni Bilang di Desa Saja

Jakarta, PANRITA.News ‐ Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak sempat mengusulkan debat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) dilaksanakan di kampus.

Dahnil menilai debat Capres-cawapres akan lebih efektif bila diselenggarakan di universitas dari pada di hotel berbintang yang justru akan menelan biaya cukup besar.

“Kami mengusulkan pada KPU agar debat digelar di kampus daripada di hotel, itu lebih efektif,” kata Dahnil dalam laman CNNIndonesia.com, Minggu (21/10).

Berselang 2 hari setelah usulan tersebut diajukan Dahnil, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni juga ikut bersuara. Pihaknya mengusulkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memindahkan tempat penyelenggaraan debat Pilpres 2019 ke wilayah pedesaan dengan dihadiri oleh rakyat biasa ketimbang digelar di wilayah perkotaan yang cenderung elitis.

“Saya melihat debat presiden kita selama ini terlalu “kota” dan sangat “elitis”. Saya usul ke KPU agar debat diselenggarakan di desa dengan audien rakyat biasa di Papua/Kalimantan/Sulawesi Aceh dan Jawa,” kata Antoni dalam dalam laman CNNIndonesia, Selasa (23/10/2018).

Ia menyatakan bahwa masyarakat di pedesaan merupakan salah satu kelompok yang secara langsung merasakan dampak kebijakan maupun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Pesertanya juga rakyat biasa yang menikmati dan akan merasakan langsung arti sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah,” kata dia.

Walau begitu, Antoni menyerahkan usulan tersebut kepada KPU sebagai pihak yang berwenang memutuskannya.

Ia menegaskan bahwa Jokowi dan Ma’ruf Amin menyetujui dan tak mempersoalkan untuk melaksanakan debat dimanapun dan format apapun.

Tinggalkan Komentar