Heboh, Parasut Berbendera China Saat Perayaan HUT Kulon Progo ke-67

Kulon Progo, PANRITA.News – Publik dihebohkan dengan adanya penampakan bendera China saat berlangsungnya acara perayaan HUT Kabupaten Kulon Progo ke-67.

Bendera China itu keluar dari sebuah kembang api yang meledak di udara sesaat setelah penampilan Tari Angguk yang berlokasi di Alun-Alun Wates, Senin (15/10/2018).

Akan tetapi, sebagaimana dipaparkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY Ajun Komisaris Besar Yulianto, tak hanya bendera China saja yang bekibar dalam rangkaian acara HUT Kulon Progo.

Sejumlah bendera dari negara lain semisal Jepang pun terlihat keluar dari kembang api yang diledakkan di udara tersebut.

“Gambar bendera Indonesia ada, bendera Jepang juga ada,” tutur Yulianto, Rabu (17/10/2018).

Yulianto pun mengirimkan tautan dari akun YouTube Kulonprogo Channel sebagai klarifikasi adanya bendera China di HUT Kulon Progo.

Dalam video itu, terlihat bendera Indonesia, China, dan Jepang berkibar setelah kembang api meledak di udara.

Sebagaimana dihimpun, kembang api dalam acara HUT ke-67 Kulon Progo itu disiapkan oleh panitia yang berasal dari Dinas Kebudayaan Kulon Progo.

Namun adanya bender China dalam HUT Kulon Progo ke-67 yang keluar dari kembang api itu dipersoalkan lantaran posisinya di atas bendera Indonesia.

Adapun dikatakan Joko Mursito, panitia pertunjukkan Tari Angguk, dirinya tidak mengetahui kalau kembang api yang ia pesan berisi parasut dan bendera China.

“Saya tahunya dari foto, saya juga sempat bertanya apakah itu benar di Alun-Alun Wates, atau fotonya itu cuma rekayasa. Saya waktu acara itu fokus memimpin acara, jadi dirijen,” ujar Joko.

Kejadian menghebohkan dalam HUT Kulon Progo itu kemudian diselidiki oleh kepolisian setempat.

“Adanya foto dan video kembang api yang melontarkan mainan parasut yang ada bendera China, Jepang, dan Indonesia itu benar adanya,” kata Kasubag Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sujarwo.

“Ukuran kembang api/petasan itu kurang dari 2 inchi, jadi tak perlu izin dari polisi untuk penggunaannya. Barangnya produk impor dari China yang diproduksi pada tahun 2017, dijualnya oleh pedagang di Jogja,” tukas Sujarwo.

Tinggalkan Komentar