Surat Peringatan untuk Ketum PB HMI

Usman Jendral

Kepada Yang Terhormat Ketum PB HMI di Tempat.

Sehubungan dengan Kader HMI yang melakukan gerakan demonstrasi dari berbagai daerah adalah panggilan hati nurani kader yang risau akan nasib rakyat Indonesia. Untuk tetap mejaga kondusifitas dan stabilitas Negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tentu ia harus ditunjang dari kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang sehat.

Berpendapat dan menyalurkan aspirasi dengan tuntutan turunkan jokowi-jk dari tampuk kekuasaan adalah upaya kader menarik kekuasaan yang cacat itu menuju relnya kembali. Kader HMI berharap agar penguasa di negeri ini benar-benar serius memperbaiki kondisi bangsa ini dan bukannya malah sibuk mempersiapkan berbagai topeng pencitraan untuk menarik perhatian rakyat di moment-moment pemilu saja.

Permasalahan nilai dolar melambung tinggi dan utang Negara yang semakin membengkak dan berbagai masalah subtansial linknya seperti harga BBM dan biaya tarif dasar lisrik yang mecekik ekonomi rakyat adalah masalah yang merongrong hati nurani kader. Bukankah diam atas itu adalah pengkhianatan kaum terpelajar.

Memang betul kader harus terlepas dari politik praktis, tetapi ia tak boleh buta terhadap politik.

Jika stabilitas dan kondusifitas ekonomi rakyat terganggu maka kami selaku kader HMI akan berdiri di garda terdepan melawan kelaliman yang terjadi di negeri ini sekalipun kami harus mendapat tindakan represif dari pihak aparatur Negara yang tidak bertanggung jawab. Kami rela menanggung sakitnya hantaman pentungan, gas air mata, bahkan luka tembakan senjata daripada dikemudian hari kami memikul beratnya dosa di hadapan Allah SWT.

Aksi solidaritas yang dilakukan kader di berbagai daerah tentu bukan hasil provokasi atau ditunggangi orang tertentu tapi murni adalah sensitifitas kader dalam mengawal dan mengawasi kebijakan yang ada. Utang dan pelemahan nilai rupiah adalah upaya menguatkan akar kapitalisme di rahim bumi ibu pertiwi.

Justru kami memperingatkan kepada pengurus besar (PB) HMI untuk tetap independent dan tetap menjaga khittah perjuangan,serta mengawal dan menyuarakan atas kondisi kebangsaan saat ini, jangan mau dibungkam dan dininabobokan oleh sesuatu pun yang bisa saja membuat tumpul ketajaman pikir dan tindakan kita dalam mengabdikan diri bagi umat dan bangsa.

Yang perlu digaris bawahi adalah kami menuntut presiden Jokowi-JK bukan karena ia kandidat presiden tapi kami menilai ia adalah orang yang mesti bertanggung jawab atas persoalan yang menimpa rakyat Indonesia. Dan apabila hal itu dicap sebagai gerakan politis yang ditunggangi maka tentu ia adalah orang yang terlibat dalam politik praktis.


Penulis: Usman
(Wasekum PTKP HMI Cabang Gowa Raya)

Tinggalkan Komentar