NA-ASS Segera Bekerja dan Lakukan Sinergi

Makassar, PANRITA.News – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) mengaku segera bekerja bersama wakilnya Andi Sudirman Sulaiman (ASS). Untuk itu Ia meminta agar diterima dengan iklas sebagai pemimpin yang baru.

“Saya berharap keluarga besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mau menerima saya dan Pak Wagub dengan ikhlas sebagai pemimpin baru Sulsel,” kata Nurdin.

Hal itu, ia sampaikan pada Serah Terima Jabatan (sertijab) Gubernur Sulsel dari Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) dan Wakil Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman (ASS) periode 2018-2023 dilaksanakan di Ruang Pola, Kantor Gubernur Sulsel, Jum’at (7/9).

Untuk itu dirinya segera bekerja dan melakukan sinergi, serta apa yang telah dilakukan oleh gubernur sebelumnya, SYL akan dilanjutkan.

Ia juga berterima kasih, akhirnya setelah perjalanan panjang selama hampir empat bulan menawarkan program pada masyarakat, akhirnya menetapkan pilihan pada pasangan bertagline “Prof. Andalan” ini.

Terkait proses pelantikan, Ia menceritakan banyak kejadian lucu atau momen menarik karena pelantikan dipercepat ke 5 September yang sedianya 17 September. Seperti baju pelantikan kekecilan atau operasi istri gubernur yang didahulukan tetapi jaraknya prosesnya ada ditanggal pelantikan.

Lebih khusus ia menyampaikan apresiasi kepada Dirjen Otda Sumarsono saat menjabat Penjabat Gubernur dengan tangan dinginya mengantarkan Sulsel berpilkada dengan aman, damai dan lancar. Demikian juga dengan Forkopimda Sulsel.

Sementara terkait pendampingnya yang masih muda. Nurdin menyampaikan bahwa mereka berbagi tugas Wagub akan lebih banyak bertugas di Kantor Gubernur sementara dirinya mengurusi persoalan kemasyarakatan.

Target kerjanya adalah pembangunan jalan provinsi di Sulsel dalam tiga tahun dalam kondisi mulus. Tidak ada lagi daerah terisolir, serta pembangunan bandara seperti di Toraja.

Ia pun ingin program di era adalah program yang dibutuhkan oleh masyarakat berdasarkan kebutuhan masyarakat. Serta kehadiran gubernur dan wakil gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat untuk mensinergikan program.

Untuk penataan birokrasi pemerintahan, baginya mutasi bukan solusi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana bekerja bersama. Jadi bekerja penting, Ia mengistilahkan jangan sampai ketinggalan kereta.

“Bukan mutasi, tetapi ketinggalan kereta, yang terbaik harus tampil, karena seperti kata Pak Soni beban kerja berat, kalau ada tim lemah jangan dipertahankan, mari kita bekerja bersama-sama,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Komentar