Koperasi dan Masa Depan Pemuda Indonesia

Muhammad Risal Sekretaris Jendral Koperasi Pemuda Indonesia
Muhammad Risal, Sekretaris Jendral Koperasi Pemuda Indonesia

Sekitar 55% kekayaan Negara kita terkonsentrasi pada 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah itu kecenderungan setiap tahunnya pun semakin meningkat. Penguasaan kekayaan dilakukan oleh para pemilik modal diberbagai sector kehidupan melalui jalan konglomerasi. Segala sector kehidupan saat ini dikooptasi oleh mereka yang mempunyai daya modal kuat sehingga ini tentu sangat berbahaya bagi masa depan kita sebagai bangsa Negara. Kesenjangan itu sudah barang pasti akan diwariskan kepada generasi di masa mendatang ketika tidak dilakukan upaya-upaya besar untuk merubah haluannya.

Sekitar 40% jumlah penduduk Indonesia adalah generasi muda dan prediksi pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 70%, artinya kita memiliki generasi produktik yang sangat luar biasa di masa-masa mendatang. Generasi muda tersebut harus kita persiapkan secara matang agar nantinya bisa menjadi kekuatan, bukan justru sebaliknya. Sebab, jumlah generasi produkstif akan menjadi masalah ketika akses pekerjaan tidak terbuka secara luas.

Penguasaan kekayaan Negara oleh sebagian kecil penduduk akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi generasi muda dimasa yang akan datang. Generasi muda akan kesulitan mengakses lapangan pekerjaan jika tidak berusaha meretas kesenjangan ekonomi yang semakin massif dikuasai oleh para pemilik modal. Generasi muda harus mampu mencari celah agar bisa mendisrupsi para incumbent yang telah lama mengakumulasi kekayaan Negara. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, para incumbent akan dengan mudah membeli para generasi muda yang genius untuk kembali mengulang pola penguasaaannya dengan model yang berbeda.

Kekuatan generasi muda saat ini terletak pada kreatifitas dan penguasaannya terhadap teknologi. Kecenderungannya untuk berwirausaha dengan menggunakan flatform teknoli informasi juga sangat tinggi. Akan tetapi sebagaimana uraian di atas bahwa pola penguasaan para pemilik modal akan senantiasa berubah dan cenderung memperdaya kreatiftas anak muda untuk menarik masuk dalam lingkarannya yang selanjutnya akan dikooptasi. Memang berjuang secara sendiri juga akan sulit, karena akses permodalan telah lama dikuasaia oleh mereka, sehingga kreatifitas anak-anak muda akan senantiasa lumpuh dihadapan para pemilik modal tersebut.

Sebetulnya ada sebuah model ekonomi yang sangat cocok untuk karakter genrasi muda saat ini, dimana mereka bisa mengembangkan kreatifitasnya secara independent dan demokratis. Mereka dengan leluasa mengambengkan kecanggihan dirinya untuk medistrupsi para incumbent tanpa takut disabotese oleh kekuatan pemilik modal.
Model ekonomi tersebut adalah koperasi, dimana didalamnya generasi muda dapat berkolaborasi mebangun perusahaan yang dikelolah bersama –sama secara demokratis, di koperasi para generasi muda dapat merancang bangunan perusahaan, lalu bekerja dan mengembangkan perusahaan tersebut secara bersama. Mereka dapat bersatu padu menghimpun kekuatan kreatiftas dan kekuatan modal untuk mencitpakan kemandiri secara bersama.

Namun, sayangnya koperasi saat ini terlanjur rusak secara image oleh generasi muda, mereka hanya mengenal koperasi sebagai tempat untuk meminjam uang bukan sebagai sebuah model ekonomi yang dapat menolong keberlangsungan generasinya. Adanya image distrust terhadap koperasi disebakan oleh ulah oknum yang sering kali memanfaatkan koperasi sebagai alat untuk menipu, dan ironisnya pemerintah tidak berdaya dalam melakukan pengawasn terhadapa oknum –oknum yang dapat merusak image tersebut. Kemudian, saatnya ini juga pemerintah belum mampu mendistribuskan informasi kepada generasi muda tentang hakikat dari koperasi tersebut.

Koperasi sangat compatible sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda, juga bisa menjadi ruang untuk merajut mimpi di masa mendatang. tinggal kita menunggu gebrakan pemerintah terutama kementerian yang membidani untuk hadir sebagai connector antara generasi muda yang produktif dengan system ekonomi koperasi yang demokratis dengan cara melakukan pelatihan secara benar dan terukur tentang perkoperasian dikalangan generasi muda.

Virus kewirausahaan yang juga selama ini digalakkan oleh pemerintah dalam hal kementerian yang membidani juga harus diarahkan semangatnya dalam ruang koperasi. Sebab UKM tidak akan mampu menghadapi kekuatan pemilik modal tanpa berkolaborasi.

Oleh : Muhammad Risal
Sekretaris Jendral Koperasi Pemuda Indonesia