Bacaleg PKB di Takalar Digelandang Polisi Bersama Istrinya

Bacaleg PKB

Takalar, PANRITA.News – Niat Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) SM (47) untuk ikut meramaikan pesta Pemilu 2019 terancam pupus. Setelah Aparat Polres Takalar menahan dirinya karena dugaan kasus penipuan jual belih lahan.

Penangkapan terhadap Bacaleg PKB tidak sendiri, penyidik polres takalar juga ikut mengelandang istri dari bacaleg tersebut EP (40) di kediamannya di Kelurahan Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Sebelumnya dianggap SM dan EP telah beberapa kali dipanggil melalui surat tertulis. Namun panggilan tersebut tidak pernah diindahkan. Bahkan seperti dilansir di kompas.com, keduanya sempat kabur saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Takalar beberapa waktu lalu.

“Keduanya terpaksa harus ditahan karena keduanya tidak koperatif dalam penyelidikan terkait kasus penipuan yang disangkakan kepadanya,” kata AKP Noorman Haryanto, kasat Reskrim Polres Takalar.

Keduanya diamankan polisi setelah dilaporkan oleh warga terkait kasus jual beli tanah. Dimana SM menjual tanah kepada korban, akan tetapi sertifikat tanah yang dijualnya sedang dalam jaminan bank.

Saat digelandang ke Mapolres Takalar, keduanya langsung dijebloskan dalam ke sel tahanan sambil menunggu proses pelimbahan berkas yang di jadwalkan akan dilakukan besok.

“Kami tahan keduanya karena besok kami jadwalkan akan melimpahkan kasus ke kejaksaan. Apalagi berkas kasus keduanya telah dinyatakan lengkap,” kata Noorman Haryanto.

Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Selatan Devisi Hukum Fatma mengatakan, meski ditahan namun ia belum memiliki kekuatan hokum, yang bersangkutan tetap berhak menajdi Bacaleg

“Kami sudah mendengar informasinya. Namun kami masih menunggu hasil putusan Inkrah baru bisa bersikap. Dan jika hasil putusan pengadilan telah keluar, maka kami akan segera melakukan tindakan,” kata Fatma di hubungi via telepon selulernya.

Leave a Reply